infosawit

TAHUN 2020 HARGA CPO DIPREDIKSI US$ 770/TON



TAHUN 2020  HARGA CPO DIPREDIKSI  US$ 770/TON

Harga minyak sawit mentah (CPO) yang cenderung berfluktuatif, akan mengalami kenaikan pada tahun 2020. Dimana, peranan mandatori biodiesel B30, akan cukup besar mengonsumsi CPO Indonesia. Perdagangan minyak nabati global juga akan mengalami dinamisasi, apa kata para peramal harga minyak nabati, terhadap harga jual CPO?

Abdoel Rasheed Janmohammed, Chairman Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA), mengungkapkan peranan minyak sawit sebagai minyak makanan sangat besar bagi masyarakat Pakistan. Kendati keberadaan minyak sawit mengalami banyak tekanan, namun sebagai minyak makanan, minyak sawit memiliki potensi pasar besar di Pakistan.

Sebagai gambaran, potensi pasar Pakistan setiap tahunnya membutuhkan minyak nabati lebih dari 3 juta ton per tahun. Menurutnya, kebutuhan Olein, RBDPO dan CPO, setiap tahunnya masih terus meningkat, terutama untuk minyak makanan.

 

Harga CPO US$ 600/Ton

Kendati Pakistan memiliki produksi minyak nabati sendiri sebesar 500.000 Ton, yang terdiri atas minyak rapeseed, kanola, cotton dan minyak biji matahari. Namun peluang pasar akan konsumsi minyak sawit, diprediksi Abdoel Rasheed akan terus meningkat di tahun depan. Berbagai peluang pasar yang ada, tak terbatas pada minyak makanan semata, melainkan juga kepada minyak non makanan yang juga memiliki peluang pasar cukup besar.

Lantaran, minyak sawit di Pakistan juga digunakan sebagai bahan baku alternatif untuk industri turunan minyak nabati seperti specialty fats dan oleochemicals. Minyak sawit memiliki kecenderungan untuk dipilih, lantaran minyak sawit memiliki karakteristik yang sama dengan minyak  . . . . 


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit