infosawit

Pemkab Ketapang Rintis Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan Lewat Skim Compact PPI Yurisdiksi



Pemkab Ketapang Rintis Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan Lewat Skim Compact PPI Yurisdiksi

Sebagai salah satu Kabupaten penghasil komoditas kelapa sawit di Kalimantan Barat, Ketapang berkomitmen menerapkan Produksi berkelanjutan dibawah skim Compact PPI Yurisdiksi, untuk perlindungan hutan dan peningkatan peran petani.

Pada akhir Oktober 2019 lalu, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, telah menandatangani perjanjian dengan para pemangku kepentingan untuk melaksanakan program pelestarian keanekaragaman hayati yang berfokus kepada; produksi yang berkelanjutan, perlindungan hutan dan keikutsertaan petani. Skim Compact atau skema terpadu ini dirancang oleh lembaga nirlaba Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dalam kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang, berada di bawah strategi Produksi, Perlindungan, Penyertaan (PPI) di Kalimantan Barat.

Skim Compact PPI bertujuan untuk melindungi 1 juta hektar (ha) tutupan hutan termasuk 90.000 ha Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dan daerah Stok Karbon Tinggi (HCS) di lahan pertanian. Ini juga bertujuan untuk memulihkan hingga 20.000 hektar (ha) hutan dan lahan gambut dan meningkatkan produksi minyak sawit berkelanjutan, serta untuk meningkatkan mata pencaharian petani sawit swadaya di Ketapang pada tahun 2022 melalui pendekatan lanskap yurisdiksi.

Komitmen ini sekaligus untuk melestarikan keanekaragaman hayati seperti koridor Orangutan dalam area Nilai Konservasi Tinggi (HCV) dari beberapa konsesi kelapa sawit, yang terletak di dekat zona penyangga yaitu; Taman Nasional Gunung Palung, Taman Nasional Gunung Tarak dan ekosistem hutan di sekitar Sungai Putri.

Produsen minyak sawit, PT Bumitama Gunajaya Agro dan investor industri agro, PT Varie Twelve telah berjanji untuk menginvestasikan 1 juta EUR dalam skim  . . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit