infosawit

Standar Minyak Sawit Berkelanjutan Petani Dibagi 3 Kelompok



Standar Minyak Sawit Berkelanjutan Petani Dibagi 3 Kelompok

InfoSAWIT, JAKARTA - Standar Petani Swadaya (Independent Smallholder Standard/“Standar Petani Swadaya”) RSPO yang baru dikembangkan akan menanggapi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para petani swadaya ketika hendak berperan serta di dalam sistem RSPO. Standar ini berfungsi sebagai pelengkap bagi Prinsip & Kriteria (Principles & Criteria/“P&C”) RSPO 2018.

Standar Petani Swadaya ini dikelompokan dalam tiga bidang dampak dengan menggunakan ToC RSPO sebagai kerangka kerjanya. Bidang dampak yang dimaksud antara lain: prosperity (kesejahteraan), people (masyarakat), dan planet (lingkungan). Bidang dampak kesejahteraan adalah sektor yang kompetitif, berketahanan berkelanjutan, yang mana digambarkan dalam Prinsip 1: Mengoptimalkan produktivitas, efisiensi, dampak positif dan ketahanan Masyarakat.

Lantas untuk bidang dampak ke masyarakat (people), terdapat sasaran dampak memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan. Dilindungi, dihormati, dan dipulihkannya Hak Asasi Manusia (“HAM”). Bidang dampak ini sesuai standar petani swadaya pada Prinsip 2 yakni legalitas, penghormatan terhadap hak atas tanah, dan kesejahteraan masyarakat, dan pada Prinsip 3 yakni penghormatan terhadap HAM, termasuk hak dan kondisi pekerja.

Sementara bidang dampak planet (lingkungan), memiliki sasaran dampak dengan melakukan pelestarian ekosistem, dilindungi, dan ditingkatkan sebagai bekal bagi generasi yang akan datang. Untuk bidang dampak planet, masuk dalam Prinsip 4 yakni lindungi, lestarikan, dan tingkatkan ekosistem dan lingkungan.

Lantas, siapa yang dimaksud sebagai petani sawit swadaya? Dalam definisi yang telah ditetapkan RSPO, yang pasti bukan petani sawit plasma atau scheme, lantaran petani swadaya adalah petani dengan kepemilikan lahan lebih kecil atau sama dengan luasan maksimal yang ditetapkan dalam Interpretasi Nasional (sesuai regulasi nasional), misalnya untuk kasus di Indonesia sesuai dengan regulasi yang berlaku batasan kepemilikan lahan dengan kategori petani sawit adalah 25 ha atau di bawahnya. (T2)

Lebih lengkap baca majalah InfoSAWIT cetak edisi Desember 2019

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit