infosawit

Kelapa Sawit Menguntungkan Secara Nasional, Di Masyarakat Daerah Belum Tentu



Kelapa Sawit Menguntungkan Secara Nasional, Di Masyarakat Daerah Belum Tentu

InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Indonesia, telah mengambil keputusan sektor kelapa sawit menjadi komoditas strategis dan diyakini bakal mendongkrak ekonomi masyarakat.

Apalagi kini komoditas kelapa sawit telah menjadi saah satu penyumbang terbesar dalam pendapatan devisa negara, menyaingi sektor migas. Diman pada tahun 2018 lalu merujuk data Kementerian Koordinator Perekonomian devisa dari sektor sawit mampu mencapai US$ 21,4 miliar atau setara Rp 300 triliun.

Lantas, bagaimana kontribusi sawit terhadap peningkatan ekonomi ditingkat daerah? Dalam sebuah kajian yang dilakukan Yayasan Madani mengungkap data bahwa terdapat lima provinsi yang memiliki rata-rata laju penambahan luas sawit tertanam terbesar di Indonesia pada periode 2011-2017. Adapun provinsi tersebut berturut-turut di antaranya adalah Kalimantan Barat; Riau; Kalimantan Timur; Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.

Dikatakan Direktur Eksekutif Yayasan Madani, Teguh Surya, dengan adanya anggapan adanya peningkatan luas lahan sawit maka ekonomi masyarat pula terangkat, lantaran selama ini di masyarakat berkembang wacana besarnya luasan sawit akan berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi.

Namun faktanya bila melihat pada klaim kontribusi sawit terhadap ekonomi regional, akan ditemukan gambaran yang cukup berbeda dari pemahaman yang ada selama ini. Ketika menyandingkan data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dari kelima daerah tersebut, ternyata pertumbuhan PDRB perkebunan provinsi tidak berbanding lurus dengan ekonomi regional.

Pada periode 2011-2017, rata-rata kontribusi PDRB sektor perkebunan terhadap total PDRB nasional dapat dikatakan stabil yakni dikisaran angka 13%4. Namun demikian, terdapat fakta bahwa hanya Riau dan Kaltim yang menunjukan tren peningkatan PDRB perkebunan yang sebanding dengan laju penambahan luasan sawit tertanam.

“Sedangkan Sumatera Utara, walaupun mengalami kenaikan, namun cenderung mendatar (tidak terlalu signifikan),” kata Teguh Surya dalam Diskusi Seru Hari Rabu tentang Tata Kelola Sawit” bertema Ekonomi dan Ekologi Sawit Nasional, yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (11/3/2020) di Jakarta.

Pada dua provinsi lainnya, kata Teguh, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, PDRB perkebunan malah menunjukan penurunan yang cukup signifikan. “Perbandingan ini bisa memberikan indikasi bahwa penambahan lahan untuk perkebunan sawit belum serta merta dapat dikatakan memberikan kontribusi yang signifikan kepada pertumbuhan ekonomi daerah,” kata dia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit