infosawit

Mendorong Minyak Sawit Diterima Uni Eropa



Forum Group Discussion (FGD) Sawit Berkelanjutan vol 5, bertemakan “Ketahanan Pangan Indonesia: Sawit Berkelanjutan, dari kiri: Agam Fatchurrochman (BGA Group), Reza Subagyo (Antara), Hubert Widiasto (Ketua Federasi Industri Kimia Indonesia/FIKI), Herry Purnomo Phd., (Peneliti CIFOR), Tiur Rumondang (Direktur RSPO Indonesia), Indra Budi Susetyo (Tim Sawit Pusat Teknologi Agroindustri BPPT), Ery Kurniawan (Pimred InfoSAWIT). Lokasi : Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat.
Mendorong Minyak Sawit Diterima Uni Eropa

Diakui atau tidak sawit kini telah menjadi salah satu sumber pangan yang populer di dunia, pada periode 2017/2018 pangsa pasar minyak sawit mencapai 31,2% dari total pangsa pasar minyak nabati di dunia. Kebutuhan minyak nabati diprediksi terus meningkat terlebih populasi penduduk dunia pada 2025 akan mencapai 8 milyar, sehingga kebutuhan minyak nabati diperkirakan mencapai 226,7 juta ton atau ada penambahan sekitar 36,4 juta ton dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 190,22 juta ton. Untuk setiap tahun diperkirakan ada kebutuhan sekitar 4,56 juta ton/tahun.

Dengan tingkat produktivitas tertinggi mencapai 4 ton/ha dibanding minyak nabati lain, menjadikan sawit adalah salah satu minyak nabati yang membutuhkan lahan sangat sedikit. Kampanye deforestasi sawit tidak bisa dijadikan alasan bagi negara lain.

Sawit sebagai solusi dalam pemenuhan biodiesel dunia,


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit