infosawit

Pasar minyak sawit (CPO) Dunia Melemah



Pasar minyak sawit (CPO) Dunia Melemah

InfoSAWIT, JAKARTA - Pasar mengalami geliat baru kemudian, lantaran banyak aturan tarieff barrier (TB) dan NTB yang digunakan para negara pengimpor CPO untuk memperketat penggunaannya. Pasar India, yang biasanya menggunakan instrumen TB untuk mengatur perdagangan minyak nabati, kini mulai memperketat peraturannya melalui NTB, salah satunya penggunaan preferensi minyak kacang kedelai (soybean) yang diprediksi akan meningkatkan penggunaannya di masa depan.

Selain itu, pasar India juga mengalami dinamika baru, akibat konflik India dan Malaysia, dimana konflik Kashmir secara nyata berpengaruh terhadap permintaan pasar India terhadap CPO.

Pasar Cina juga mengalami persoalan baru, akibat adanya virus Corona yang mewabah. Virus Corona yang berakibat ratusan jiwa meninggal dunia ini, secara otomatis berdampak terhadap menurunnya permintaan impor CPO di negaranya. Selain itu, pasar Cina juga cenderung mengalami fluktuasi permintaan pasar yang selalu dinamis. 

Dinamika pasar CPO juga terus mengalami kelesuan, paska penetapan harga referensi bulan Februari 2020 sebesar US$ 839 per ton dibandingkan bulan Januari sebesar US$ 729 per ton. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan menetapkan Bea Keluar CPO periode Februari sebesar US$ 18 per ton (Baca : https://www.infosawit.com/news/9641/februari-2020--bk-minyak-sawit--cpo--ditetapkan-us--18-ton).

Editorial Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Februari 2020

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit