infosawit

Kapak Gancu, Satu Alat Dengan Manfaat Ganda



Kapak Gancu, Satu Alat Dengan Manfaat Ganda

InfoSAWIT, JAKARTA - Untuk menghasilkan CPO dengan rendemen yang tinggi, ada mata rantai yang harus dikontrol dengan baik di perkebunan kelapa sawit. Mata rantai ini adalah, POTONG, ANGKUT, dan OLAH.

Potong dilakukan oleh pemanen. Angkut dilakukan oleh Dump Truck / Tracktor. Dan Olah dilakukan di PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Semua proses ini berpotensi untuk menghasilkan CPO berkualitas baik, apabila bisa dilakukan pada hari yang sama. Jika waktu proses panen lebih lama mulai dari kegiatan potong hingga olah,  maka akan menyebabkan tingkat keasaman (FFA) CPO semakin meningkat tinggi. Tentu saja kejadian seperti ini harus dihindari.

Lantas, disamping proses panen diatas, tingkat kualitas TBS yang akan dikirim ke pabrik juga memiliki peranan penting dalam menentukan tinggi/rendahnya kualitas CPO. Dalam standar yang umum, TBS yang dikirim harus memiliki kematangan yang cukup (tidak mentah dan tidak overripe). Tangkai TBS dipastikan sudah terpotong agar tidak terbawa ke pabrik (tidak ada tangkai panjang).

 

Supervisi Panen

Memastikan kualitas TBS yang akan dikirim dari blok, menjadi salah satu tujuan utama dari supervisi panen. Bila dijabarkan lebih jauh, supervisi panen  dilakukan untuk memastikan beberapa hal diantaranya pertama, mencegah TBS mentah terpanen. Apabila terlanjur terpotong, dicegah agar tidak terangkut ke pabrik.

Kedua, mencegah TBS overripe (janjang kosong) yang terpanen agar tidak terangkut ke pabrik, ketiga, memastikan pemotongan tangkai TBS dilakukan di blok agar tidak ada tangkai panjang terkirim ke pabrik,

Dan keempat, memastikan brondolan yang berada di piringan terangkut semuanya ke Tempat Pengumpulan Hasil (TPH). Serta memastikan berondolan yang sudah di TPH terangkut semuanya ke pabrik.

Supervisi panen ini secara rutin dilakukan langsung pada 3 tingkatan. Pertama, Mandor Panen. Kedua, Senior Mandor Panen (Mandor Satu). Dan kemudian yang terakhir supervisi pada tingkat Asisten Afdeling (Divisi). Secara tidak rutin, tentu saja dilakukan juga oleh Asisten Kepala (Askep), Estate Manager bahkan sampai General Manager (GM).

Alat yang sering dijumpai dan digunakan pada supervisi panen biasanya adalah, Kampak, Parang dan Gancu. Sayangnya, alat-alat ini hanya berfungsi sendiri-sendiri dan terpisah.

Misalnya Kapak dan Parang untuk memotong, Gancu untuk mengait/mengais. Untuk itu biasanya para karyawan membawa alat-alat tersebut secara terpisah. Tentu saja cara demikian terbilang cukup  merepotkan dalam kegiatan supervisi panen.

Atas dasar itulah, maka dibutuhkan satu inovasi untuk memudahkan dalam proses sepervisi panen, maka lahirlah inovasi sederhana ini yang disebut Kapak Gancu. Awal Ide ini berasal dari pimpinan kami di kebun tempat saya bekerja, Bapak Riodyxman Sagala.

Tujuan pembuatannya adalah guna menciptakan sebuah tool yang bisa merangkum semua kekurangan alat-alat supervisi panen tersebut, sehingga bermuara pada peningkatan kualitas supervisi panen. (Muhammad Ramadan Pohan/ Manager Teknik PT USTP)

 

Terbit pada Majalah InfoSAWIT cetak Edisi Januari 2017

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit