infosawit

Sawit Berkelanjutan Melalui Rekonsiliasi Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan (Tulisan 1)



Sawit Berkelanjutan Melalui Rekonsiliasi Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan (Tulisan 1)

Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, secara nasional berkontribusi pada pendapatan negara. Menyusul terus meningkatnya permintaan minyak sawit di dunia untuk bahan baku pangan, energi dan industri.

Tanaman sawit merupakan tanaman yang serbaguna, produk turunannya dapat digunakan untuk pangan, energi, dan industri lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu maka bertambah juga kebutuhan untuk pangan, energi dan industri di dunia. Hal ini mempengaruhi peningkatan permintaan terhadap minyak sawit. Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, peningkatan permintaan terhadap sawit berdampak pada perluasan perkebunan sawit dan pembangunan industri yang masif di Indonesia. 

Perkembangan sektor sawit berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia. Nilai ekspor minyak sawit di tahun 2017 ini mencapai 23 juta US dollar. Menurut data dari Kementerian Pertanian, sawit menyumbang sekitar 17% terhadap pendapatan negara dari sektor pertanian. Selain itu, sektor industri sawit juga berperan penting dalam penyedia mata-pencaharian dan pembangunan wilayah pedesaan di Indonesia. Sensus pertanian tahun 2013 mencatat sekitar 2 juta petani sawit skala kecil dan GAPKI memperkirakan bahwa sektor sawit melibatkan 7,8 juta tenaga kerja.

(Herry Purnomo dan Sonya Dyah Kusumadewi / Peneliti Center for International Forestry Research -CIFOR)

Rubrik TEROPONG Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi April 2020


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit