Biodiesel Sawit Masih Jadi Primadona Bagi Pengembangan EBT di Indonesia

oleh -6.240 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi biodiesel sawit.

Ia juga mengungkapkan sudah banyak riset mengenai pemanfaatan tandan kosong sawit, namun implementasinya dinilai masih kurang ekonomis. “Jika dilakukan secara terintegrasi mungkin bisa lebih ekonomis. Sebab, proses pengolahannya bisa menghasilkan produk-produk turunan lain yang bernilai ekonomi. Dwi juga menyoroti pengembangan biomasa untuk co-firing dan biogas yang menghadapi tantangan serupa. Sejauh ini, pengembangan power plant berbasis biomassa sudah ada di pulau-pulau yang jauh dari pulau lainnya, seperti misalnya di Mentawai. “Di sana menggunakan bambu, tentu saja tantangannya ada pada harga dan kebijakan. Selain itu,  pembangkit listrik hanya bisa menggunakan 5%-10% biomassa saja,” ujarnya. 

Begitu juga dengan pengembangan biogas yang masih terbatas, yang pencapaiannya masih selalu di bawah target, bahkan tak mencapai 50% target. Menurut Dwi, potensi terbesar pengembangan biogas ialah dengan memanfaatkan Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit. “Limbah cair itu jika dibiarkan terbuka akan menghasilkan gas metana (yang termasuk GRK) dalam jumlah besar. Yang kita lakukan ialah menangkap gas metana lalu mengubahnya menjadi biogas untuk energi listrik,” jelas Dwi. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com