InfoSAWIT, MUMBAI – Impor minyak sawit India melonjak 59% pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai 840.000 metrik ton, level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi ketika penyuling di negara tersebut berupaya mengisi kembali stok yang menipis akibat impor rendah dalam beberapa bulan terakhir dan permintaan tinggi selama musim perayaan, menurut estimasi dari para pedagang.
Peningkatan impor ini diperkirakan akan menurunkan stok minyak sawit di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, yang berpotensi mendukung harga patokan berjangka minyak sawit (FCPOc3).
Rajesh Patel, mitra pengelola di GGN Research dan seorang pedagang minyak goreng, menyatakan bahwa permintaan minyak goreng meningkat pesat selama musim perayaan, mendorong para penyuling untuk menambah persediaan mereka. “Selama beberapa minggu terakhir, warga India merayakan festival Dussehra dan Diwali, yang secara tradisional meningkatkan konsumsi makanan manis dan gorengan,” katanya dikutip InfoSAWIT dari freemalaysiatoday.com, Selasa (12/11/2024).
BACA JUGA: Harga CPO Berjangka Diproyeksi Menguat, Ditopang Kenaikan Minyak Kedelai
CEO Sunvin Group, Sandeep Bajoria, menjelaskan bahwa harga minyak sawit pada bulan Agustus cukup kompetitif, sehingga menarik minat pembeli India untuk melakukan pemesanan. Selain itu, impor minyak bunga matahari juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, naik 57% menjadi 240.000 metrik ton pada Oktober. Kenaikan ini didorong oleh kedatangan pengiriman yang tertunda pada bulan September, menurut seorang pedagang di Mumbai.
Namun, impor minyak kedelai justru mengalami penurunan sebesar 10%, menjadi 344.000 metrik ton pada bulan yang sama. Meski demikian, peningkatan impor minyak sawit dan minyak bunga matahari berhasil mengangkat total impor minyak goreng India pada Oktober sebesar 34% menjadi 1,42 juta ton.
India, yang merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia, mendapatkan pasokan minyak sawit terutama dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sementara itu, minyak kedelai dan minyak bunga matahari diimpor dari negara-negara seperti Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,57 Persen Pada Senin (11/11), Harga CPO di Bursa Malaysia Stagnan
Data resmi mengenai impor minyak nabati pada bulan Oktober dari Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA) diharapkan akan dirilis pada pertengahan November. (T2)



















