Pekanbaru Susun RAD-KSB, 24 Ribu Hektare Sawit Jadi Potensi Ekonomi Berkelanjutan

oleh -328 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar.

InfoSAWIT, PEKANBARU – Di tengah citranya sebagai kota metropolitan, Pekanbaru masih menyimpan potensi besar dari sektor perkebunan. Sekitar 65% wilayah kota tersebut masih berupa kawasan perkampungan dan perkebunan, dengan luas areal kelapa sawit diperkirakan mencapai 24 ribu hektare.

Potensi itu kini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB). Pemerintah daerah ingin memastikan pengembangan sawit tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang tanpa mengabaikan lingkungan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan luas perkebunan sawit yang mencapai sekitar 24 ribu hektare merupakan modal penting bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

BACA JUGA: Jangan Menua Tanpa Jaminan Sosial, Persiapan Masa Depan Harus Dimulai Sejak Produktif

Hal tersebut disampaikan Markarius saat membuka Sosialisasi RAD-KSB yang digelar Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (30/9/2026).

“Ini menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Markarius, dilansir InfoSAWIT dari Pemkot Pekanbaru, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara seimbang. Peningkatan produksi dan nilai ekonomi sawit harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

BACA JUGA: UU Reforma Agraria Indonesia Picu Ketidakpastian bagi Perusahaan Sawit Malaysia

 

RAD-KSB Jadi Pedoman Pengembangan Sawit

Markarius menilai RAD-KSB penting untuk menyatukan arah pemerintah, pekebun, pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola perkebunan sawit.

Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam menjalankan berbagai program pengembangan sawit di Pekanbaru agar lebih produktif, tertata dan berkelanjutan.

“Potensi perkebunan yang masih cukup besar harus kita kelola secara seimbang. Pertumbuhan ekonomi jangan sampai mengorbankan kelestarian lingkungan,” katanya.

BACA JUGA: Formula 100% Kesuksesan Poltek Sawit CWE: 50% Integritas, 30% Kepandaian, 20% Fisik

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Pekanbaru, Maisisco, menambahkan bahwa konsep sawit berkelanjutan tidak semata berkaitan dengan produksi dan pendapatan pekebun.

Menurutnya, tata kelola lahan, legalitas, aspek lingkungan, produktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan perkebunan.

Maisisco menyebut Riau merupakan salah satu sentra utama kelapa sawit nasional. Pada 2025, produksi CPO Riau tercatat sekitar 9,46 juta ton. Sementara berdasarkan data BPS Riau, produksi kelapa sawit perkebunan rakyat pada 2024 mencapai sekitar 5,58 juta ton.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Selasa (29/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Di tengah potensi tersebut, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peremajaan tanaman pada lahan yang telah tersedia.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi tanpa harus membuka lahan baru. Dengan demikian, pengembangan ekonomi berbasis sawit tetap dapat berjalan sekaligus mempertahankan daya dukung lingkungan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com