IPS Dorong Pabrik Kelapa Sawit Indonesia Lebih Efisien, Andal, dan Minim Kehilangan Minyak

oleh -313 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ketua Umum Indonesian Planter Society (IPS), Jamalul.

InfoSAWIT, JAKARTA – Indonesian Planter Society (IPS) mendorong peningkatan efisiensi dan keandalan pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta pengurangan kehilangan minyak dalam proses pengolahan tandan buah segar (TBS).

Ketua Umum Indonesian Planter Society (IPS), Jamalul, menyampaikan hal tersebut dalam IPS Planter Talk Series #4 bertajuk “Building a High Extraction, Low Loss and Reliable Palm Oil”, dihadiri InfoSAWIT, Sabtu (24/10/2026) . Forum ini menjadi bagian dari upaya IPS menjaga kesinambungan pembelajaran dan pertukaran pengalaman di kalangan praktisi perkebunan kelapa sawit.

Jamalul menjelaskan, IPS Planter Talk telah berlangsung dalam tiga sesi sebelumnya yang membahas berbagai persoalan teknis di industri sawit. Rangkaian diskusi tersebut mendapat sambutan positif dari para praktisi, baik tenaga kerja berpengalaman maupun generasi muda yang baru memasuki industri.

BACA JUGA: Wabup Sekadau Dorong Perusahaan Sawit Revisi HGU untuk Cegah Konflik Lahan

Menurutnya, forum semacam ini penting untuk mempertemukan pengalaman para praktisi senior dengan kebutuhan pengetahuan tenaga kerja yang lebih muda. Dengan begitu, pengalaman lapangan dan perkembangan teknologi dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kinerja operasional perkebunan maupun pabrik kelapa sawit.

“Harapan saya, ilmu-ilmu ini tetap diberikan kepada teman-teman dan saudara-saudara kita yang bekerja di pabrik kelapa sawit. Jangan sampai negara lain justru lebih maju dalam membangun pabrik sawit karena kita kurang belajar,” ujarnya.

 

Indonesia Memiliki Tanggung Jawab Besar Memajukan Pabrik Sawit

Jamalul menilai, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong kemajuan industri pengolahan kelapa sawit. Hal ini sejalan dengan besarnya jumlah perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang beroperasi di dalam negeri.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dipaparkannya, pada 2025 terdapat sekitar 2.286 perusahaan perkebunan, terdiri atas 120 perusahaan BUMN dan 2.036 perusahaan swasta.

Dari sisi pengolahan, Jamalul memperkirakan Indonesia memiliki sekitar 1.471 pabrik kelapa sawit. Sementara itu, Malaysia memiliki sekitar 500 pabrik, serta pengolahan lainnya tersebar di sejumlah negara, antara lain Kolombia, Thailand, Papua Nugini, Pantai Gading, Meksiko, dan Brasil sekitar 18 sampai 8o unit.

Besarnya jumlah PKS di Indonesia, menurut dia, harus diikuti peningkatan kemampuan dalam penguasaan teknologi, efisiensi pengolahan, serta pembangunan fasilitas pabrik yang andal.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Jumat (23/10/2026), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Posisi Indonesia dan Malaysia sebagai negara utama dalam industri kelapa sawit global membuat perkembangan teknologi pengolahan di kedua negara memiliki arti penting bagi industri secara keseluruhan.

Jamalul berharap Indonesia tidak hanya unggul dalam skala produksi, tetapi juga mampu memimpin dalam penerapan teknologi, efisiensi operasional, dan pembangunan pabrik kelapa sawit.

 

Transfer Pengetahuan untuk Menekan Kehilangan Minyak

Melalui penyelenggaraan IPS Planters Talk secara berkelanjutan, IPS berupaya membangun ruang belajar bagi para praktisi agar pengetahuan teknis dan pengalaman operasional dapat terus berkembang.

BACA JUGA: Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Desak Prabowo Atasi Kabut Asap Karhutla

Pada sesi keempat ini, pembahasan diarahkan pada upaya membangun PKS dengan tingkat ekstraksi minyak yang tinggi, kehilangan minyak yang rendah, serta keandalan operasional yang lebih baik.

Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kinerja pengolahan TBS. Optimalisasi ekstraksi minyak berkaitan dengan kemampuan pabrik memperoleh minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari bahan baku yang diolah. Sementara itu, pengendalian kehilangan minyak dan keandalan peralatan turut menentukan efektivitas proses produksi.

Jamalul berharap para peserta dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menyerap pengetahuan dari narasumber sekaligus berbagi pengalaman yang relevan dengan tantangan operasional di lapangan.

BACA JUGA: Produktivitas Sawit Ditentukan Populasi Tanaman dan Pengendalian Ganoderma

Ia menegaskan, pengembangan industri sawit membutuhkan kemauan untuk terus belajar, termasuk memperkuat kemampuan generasi muda yang kelak akan mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit.

Dengan jumlah fasilitas pengolahan yang besar, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguasaan teknologi menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri sawit di tingkat global.

“Marilah kita sama-sama saling mendengarkan pengalaman dan pendapat para narasumber. Semoga kegiatan seperti ini terus berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi kemajuan industri kelapa sawit Indonesia,” kata Jamalul. (T2)


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com