MPOB Proyeksikan Harga CPO Bertahan di Atas RM4.000/Ton Sepanjang 2026, Didukung Harga Minyak Dunia

oleh -291 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Bulking storage CPO.

InfoSAWIT, BANGI – Dewan Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Board/MPOB) memperkirakan harga rata-rata minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) tetap bertahan pada level tinggi sepanjang 2026, didorong oleh masih kuatnya harga minyak mentah dunia di tengah ketidakpastian geopolitik serta prospek pasokan yang cenderung terbatas.

Dilansir InfoSAWIT dari The Edge Malaysia, Jumat (3/7/2026), Direktur Jenderal MPOB, Datuk Dr. Ahmad Parveez Ghulam Kadir, mengatakan harga rata-rata CPO tahun ini diperkirakan berada pada kisaran RM4.000 hingga RM4.300 per ton.

Menurutnya, ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia, telah memengaruhi pasokan minyak bumi global sehingga memberikan dukungan terhadap harga minyak sawit dan minyak nabati lainnya.

BACA JUGA: Analisa KPBN: Ekspor Malaysia Masih Jadi Penentu Arah Harga CPO, Sentimen B50 Mulai Menguat dari Dalam Negeri

“Jika melihat kondisi saat ini, harga minyak sawit tetap berada pada level yang kuat. Untuk tahun ini kami menargetkan harga rata-rata berada di kisaran RM4.000 hingga RM4.300 per ton,” ujar Ahmad Parveez usai menghadiri Program Palm Oil Technology Transfer (TOT) 2026 MPOB di Bangi, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia memiliki korelasi erat dengan pergerakan harga minyak nabati. Ketika pasokan energi global terganggu, permintaan terhadap komoditas berbasis minyak nabati, termasuk minyak sawit, cenderung meningkat sehingga menopang harga di pasar internasional.

Di sisi lain, industri sawit Malaysia juga masih menghadapi tantangan produksi akibat dampak lanjutan fenomena El Niño yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA: Kenali Tipe Warna Buah Sawit, Planter Diminta Tak Hanya Andalkan Warna Saat Menentukan Panen

Ahmad Parveez menjelaskan bahwa pengaruh El Niño tidak hanya dirasakan saat fenomena berlangsung, tetapi juga memengaruhi produktivitas kebun dalam jangka panjang melalui terganggunya proses penyerbukan alami.

Menurutnya, suhu yang lebih tinggi dan curah hujan yang lebih rendah mengurangi aktivitas kumbang penyerbuk (oil palm weevil) yang berperan penting dalam proses pembentukan buah sawit. Penurunan aktivitas serangga penyerbuk tersebut pada akhirnya dapat mengurangi tingkat penyerbukan dan berdampak terhadap hasil ekstraksi minyak.

“Kami terus memantau dampak pasca-El Niño. Cuaca yang lebih panas memang tidak langsung menurunkan produksi, tetapi dapat memengaruhi aktivitas penyerbukan sehingga produktivitas kebun dan rendemen minyak ikut terdampak,” jelasnya.

BACA JUGA: Bibit Topaz Bisa Dongkrak Produktivitas Sawit, dan Tawarkan Varietas Toleran Ganoderma

Selain membahas prospek harga, MPOB juga menyoroti kesiapan Malaysia menghadapi implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan mulai berlaku bagi pekebun kecil pada pertengahan tahun depan.

Ahmad Parveez mengungkapkan bahwa lebih dari 80% pekebun kecil di Semenanjung Malaysia telah memenuhi persyaratan awal untuk mematuhi regulasi tersebut.

MPOB menargetkan sekitar 90–95% pekebun kecil yang memiliki lisensi resmi dan status kepemilikan lahan yang jelas dapat terintegrasi ke dalam sistem kepatuhan sebelum implementasi EUDR dimulai.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Juni 2026 Naik Rp65,77 per Kg

Dengan demikian, minyak sawit yang diproduksi para pekebun tersebut diharapkan tetap dapat memasuki pasar Uni Eropa tanpa menghadapi hambatan regulasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Malaysia untuk menjaga daya saing ekspor minyak sawit di tengah semakin ketatnya tuntutan keberlanjutan dari negara-negara tujuan ekspor, khususnya pasar Eropa. (T2)

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com