Kompos FABA Diuji di Kebun Sawit Belitung, Jadi Alternatif Pupuk Ramah Lingkungan untuk Tingkatkan Produktivitas

oleh -4.136 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Pelatihan pembuatan kompos FABA yang sebelumnya diberikan kepada warga binaan Lapas Tanjungpandan dan klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan.

InfoSAWIT, BELITUNG – Inovasi pupuk kompos berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang mulai memasuki tahap uji lapangan pada tanaman kelapa sawit. Pengujian dilakukan melalui demplot di kebun sawit binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Kamis (16/7), sebagai bagian dari pengembangan teknologi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Demplot tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan pembuatan kompos FABA yang sebelumnya diberikan kepada warga binaan Lapas Tanjungpandan dan klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan. Sebanyak 10 pohon kelapa sawit dijadikan objek uji untuk melihat efektivitas kompos dalam mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus memperagakan teknik aplikasinya di lapangan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan uji coba tersebut bertujuan membuktikan kualitas kompos FABA hasil inovasi pihaknya pada tanaman sawit di Belitung.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Tipis pada Jumat (17/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lanjut Melemah

Menurutnya, keberhasilan demplot diharapkan menjadi dasar untuk memperluas penerapan teknologi tersebut di berbagai wilayah sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, Kepala Lapas Tanjungpandan Royhan Al Faisal, serta Kepala Bapas Tanjungpandan Muhamad Irfani. Ketiganya turut memperagakan secara langsung proses pemberian kompos pada tanaman kelapa sawit sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi tersebut.

Dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Senin (20/7/2026), Ade Agustina menilai kolaborasi antara Lapas dan Bapas menjadi contoh sinergi yang mampu menghasilkan inovasi dengan manfaat nyata, baik bagi proses pembinaan warga binaan maupun pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA: Mandatori Biodiesel B50 Butuh Kehati-Hatian

Ia menjelaskan, pemanfaatan kompos FABA tidak hanya mendukung pembinaan keterampilan dan kemandirian warga binaan, tetapi juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan, mendorong ekonomi sirkular, serta menghadirkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Lapas Tanjungpandan Royhan Al Faisal menyambut positif implementasi inovasi tersebut di wilayah kerjanya. Menurutnya, praktik langsung melalui demplot menjadi tahapan penting agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara optimal.

Royhan berharap uji coba tersebut menjadi langkah awal pengembangan pemanfaatan kompos FABA pada lahan pertanian binaan sekaligus membuka peluang penerapan yang lebih luas pada sektor perkebunan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 17-23 Juli 2026 Cenderung Stagnan

Hasil pengamatan terhadap 10 pohon kelapa sawit nantinya akan menjadi bahan evaluasi sebelum kompos FABA dikembangkan pada komoditas pertanian lainnya di Bangka Belitung.

Selain melakukan uji lapangan, Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung juga menyalurkan bantuan pupuk kompos kepada 10 petani di desa binaan Lapas Tanjungpandan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Ade mengatakan program desa binaan merupakan wujud kehadiran Pemasyarakatan dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan kepada warga binaan, tetapi juga dapat diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar.

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com