InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.808/kg pada Senin (12/10/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp 42/Kg atau turun sekitar 0,28% dibandingkan harga CPO pada Kamis (8/10/2026) yang mencapai Rp. 14.850/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 14.950/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.808/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp. 14.700/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.552/Kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp. 14.750/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.489/Kg.
Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup mayoritas menguat pada perdagangan Senin (12/10/2026). Penguatan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan ekspor, sebagaimana tercermin dalam estimasi terbaru lembaga survei kargo untuk periode Oktober, kata seorang pedagang.
BACA JUGA: DPRD Kalimantan Utara Gelar RDP Bahas Kemitraan Plasma PT Pipit Citra Perdana
Merujuk lembaga survei kargo Amspec Agri Malaysia, ekspor minyak sawit Malaysia meningkat 37,73% atau bertambah 134.760 ton menjadi 491.954 ton selama periode 1–10 Oktober 2026, dibandingkan 357.194 ton pada periode yang sama September lalu.
Sementara itu, perusahaan inspeksi independen Intertek Testing Services melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia naik 33,51% atau meningkat 131.776 ton menjadi 525.071 ton pada periode 1–10 Oktober 2026, dibandingkan 393.295 ton pada periode 1–10 September 2026.
MPOB melaporkan pada Senin bahwa stok CPO Malaysia meningkat 31,88% atau bertambah 522.905 ton menjadi 2,16 juta ton pada September 2026, dari 1,64 juta ton pada Agustus 2026.
Dari sisi produksi, MPOB mencatat produksi CPO naik 16,48% atau meningkat 299.451 ton menjadi 2,11 juta ton pada September 2026.
Dilansir Bernama, pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Oktober 2026 turun RM162 menjadi RM4.200 per ton. Sebaliknya, kontrak November 2026 naik RM33 menjadi RM4.498 per ton, sedangkan kontrak Desember 2026 menguat RM45 menjadi RM4.637 per ton.
Penguatan juga terjadi pada kontrak tahun depan. Kontrak Januari 2027 naik RM49 menjadi RM4.758 per ton, kontrak Februari 2027 menguat RM52 menjadi RM4.862 per ton, sementara kontrak Maret 2027 meningkat RM53 menjadi RM4.955 per ton.
Volume perdagangan tercatat turun menjadi 72.256 lot, dari 145.207 lot pada perdagangan Jumat. Sementara itu, jumlah kontrak terbuka (open interest) menyusut menjadi 264.065 kontrak, dibandingkan 337.867 kontrak pada perdagangan sebelumnya.
Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Oktober wilayah selatan Malaysia naik RM50 menjadi RM4.500 per ton.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Senin (12/10/2026):
CPO_____
Franco Dumai Rp. 14.950 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.808-KJA
Loco PKS Luwu – No Bidder
CIF Pel. Gresik Rp. 14.950 (WD). Penawaran Rp. 14.589-WNI
Loco Bekri-Lampung Rp. 14.850 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.650-AMJP
FOB Talang Duku Rp. 14.700 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.552-EUP
Franco Teluk Bayur Rp. 14.750 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.489-WNI
Loco PKS Parindu Rp. 14.560 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.387-EUP
Loco PKS Ngabang Rp. 14.575 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.402-EUP
Loco PKS Kembayan Rp. 14.450 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.277-EUP
CIF Pel Kijing Rp. 14.950 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.772-EUP
(T2)
