RED III Revisi Aturan Untuk Minyak Goreng Bekas

oleh -3.152 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT

InfoSAWIT, JAKARTA – Perubahan penting yang diusulkan oleh Komisi menyangkut sistem penghitungan ganda, yang mengacu pada pendekatan di bawah Renwable Energy Directived (RED) II di mana minyak goreng bekas dianggap berbasis limbah dan dihitung ganda untuk dekarbonisasi sektor transportasi UE. Misalnya, jika konsumsi minyak goreng bekas sebesar 2%, itu akan dihitung sebagai 4% dari total energi yang digunakan dalam transportasi, lantas memberikan insentif saat menggunakan minyak goreng tersebut dalam upaya mencapai target energi terbarukan.

Catat Uthaya Kumar dari Malaysian Palm Oil Council (MPOC), minyak sawit yang telah digunakan untuk menggoreng makanan dapat dikonversi untuk produksi biodiesel. Pada tahun 2019, lebih dari 1 juta metrik ton minyak kelapa sawit bekas diekspor dari Malaysia saja ke UE.

Dalam Proposal untuk RED III, Komisi menghilangkan referensi untuk “penghitungan ganda” terkait dengan biofuel berbasis limbah, serta menghilangkan insentif tambahan dan mendorong pengurangan penggunaan minyak goreng sebagai bahan baku biofuel.

BACA JUGA: Kemendag Tetapkan Rasio Pengali Ekspor Minyak Sawit Jadi 6 Kali, Per Januari 2023

Kata Uthaya Kumar, dalam konteks minyak goreng bekas, Parlemen Eropa mengusulkan untuk menambahkan catatan baru pada pasal 38b, yang akan mencatat bahwa ketentuan anti-penipuan yang ketat harus ditetapkan, khususnya dalam kaitannya dengan minyak goreng bekas (UCO) lantaran tingginya pencampuran dengan minyak sawit. “Sebab itu pencegahan penipuan sangat penting guna mencegah persaingan tidak sehat dan deforestasi yang merajalela di negara ketiga, ketertelusuran penuh dan bersertifikat dari bahan mentah ini harus diterapkan,” demikian catat beleid tersebut.

Sebab itu Parlemen Eropa mengusulkan untuk mengamandemen paragraf 3 Pasal 30 tentang verifikasi kepatuhan terhadap kriteria keberlanjutan dan penghematan emisi gas rumah kaca, yang mencatat, audit harus terverifikasi dengan sistem yang digunakan oleh pelaku secara akurat, andal, dan terlindungi dari penipuan. “Termasuk verifikasi itu guna memastikan bahwa bahan dasar tidak dimodifikasi atau dibuang dengan sengaja lantas di ekspor sebagai limbah atau residu,” kata Uthaya Kumar. (T2)

Sumber: Majalah InfoSAWIT edisi Oktober 2022

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com