Pekebun Sawit Perlu Tahu, Sensus Buah Hitam untuk Prediksi Produksi dan Kebutuhan Panen

oleh -211 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi buah sawit hitam.

InfoSAWIT, JAKARTA – Praktisi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Djan Muhayat, mengingatkan pentingnya pelaksanaan sensus buah hitam pada tanaman kelapa sawit sebagai langkah strategis dalam memprediksi potensi produksi, menyiapkan tenaga panen, hingga memastikan kelancaran pengangkutan hasil panen di lapangan.

Dilansir InfoSAWIT dari PPKS TV pada Senin (4/5/2026), Djan menegaskan bahwa periode pertengahan hingga akhir April menjadi waktu krusial bagi pekebun untuk melakukan pengamatan jumlah buah hitam yang muncul di tanaman.

“Pada periode sebelumnya, yakni 15–31 Desember, kami menghitung terdapat enam buah hitam. Setelah empat bulan berjalan, hasil aktual menunjukkan keenam tandan tersebut berkembang dengan baik, dengan bobot janjang rata-rata (BJR) sekitar 9 kilogram, sehingga menghasilkan estimasi produksi sekitar 54 kilogram pada tanaman menghasilkan tahun pertama (TM1) varietas PPKS 540,” ungkap Djan dalam paparannya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-April 2026 Naik Rp. 107,91 per Kg

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa sensus buah hitam bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan akurasi prediksi produksi kebun. Dalam pengamatan lanjutan, jumlah buah hitam bahkan tercatat meningkat menjadi sekitar 10 tandan potensial dari total perkembangan bunga yang teridentifikasi.

 

Sensus Buah Hitam Jadi Dasar Prediksi Panen

Djan menjelaskan, hasil sensus pada April akan menjadi dasar proyeksi panen untuk periode Mei hingga Agustus atau caturwulan kedua. Dari hasil pengamatan, potensi panen diperkirakan mencapai sekitar 10 tandan, dengan indikasi sebagian buah mulai menunjukkan perubahan warna menuju kematangan.

Namun demikian, ia mengingatkan agar buah yang mulai memerah tidak langsung dihitung sebagai buah hitam dalam sensus, karena tandan tersebut sudah masuk kategori mendekati fase panen.

BACA JUGA: Urgensi RPerpres RAN-KSB 2025–2029 Kian Menguat, Jadi Kunci Reformasi Industri Sawit

“Buah yang sudah merah bukan lagi masuk hitungan sensus buah hitam, karena itu merupakan tandan yang akan dipanen pada periode panen berikutnya,” jelasnya.

 

Acuan Menyusun Kebutuhan Tenaga dan Logistik Panen

Lebih lanjut, Djan menekankan bahwa manfaat sensus buah hitam tidak berhenti pada prediksi volume produksi. Data tersebut juga menjadi dasar dalam menyusun kebutuhan operasional kebun secara lebih presisi, mulai dari jumlah tenaga pemanen, petugas pengutip brondolan, hingga armada pengangkutan tandan buah segar (TBS) menuju loading ramp.

“Dengan sensus yang presisi, manajemen kebun bisa menghitung berapa tenaga panen yang harus disiapkan, berapa personel angkut yang diperlukan, serta bagaimana strategi pengamanan hasil panen agar seluruh potensi produksi dapat dipanen optimal,” ungkapnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 1-7 Mei 2026 Naik Tipis

Ia menambahkan, ketepatan dalam membaca potensi produksi menjadi kunci utama efisiensi operasional di perkebunan kelapa sawit, terutama dalam menjaga produktivitas dan meminimalkan kehilangan hasil panen di lapangan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com