Pendapatan TLDN Naik 6,8 Persen pada Kuartal I/2026, Produksi CPO dan Efisiensi Operasional Menguat

oleh -232 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Salah satu kebun sawit TLDN.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membukukan kinerja positif pada kuartal I/2026 dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,37 triliun, meningkat 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang kenaikan volume penjualan crude palm oil (CPO) serta membaiknya harga jual rata-rata palm kernel (PK) dan crude palm kernel oil (CPKO).

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari penjualan CPO yang mencapai Rp1,21 triliun, tumbuh 8,2% secara tahunan, didorong peningkatan volume penjualan meski harga jual rata-rata terkoreksi sekitar 2%. Sementara itu, penjualan PK tercatat Rp96,92 miliar, relatif stabil berkat kenaikan harga jual rata-rata sebesar 5,3%, meskipun volume penjualan mengalami penurunan.

Di sisi lain, pendapatan dari penjualan CPKO tercatat Rp54,56 miliar, turun 6,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya seiring turunnya volume penjualan. Namun, kenaikan harga jual rata-rata sebesar 5% membantu menahan penurunan pendapatan lebih dalam.

BACA JUGA: HUT ke-45, GAPKI Luncurkan Buku Sejarah dan Tegaskan Komitmen Sawit untuk Indonesia Emas 2045

Secara keseluruhan, Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp348,22 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp322,31 miliar dan laba bersih tercatat Rp181,77 miliar pada tiga bulan pertama 2026.

“Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan penguatan operasional jangka panjang. Meskipun terdapat dinamika pada produksi di beberapa segmen, kinerja kuartal pertama ini menunjukkan bahwa strategi kami dalam menjaga produktivitas kebun dan mengoptimalkan kinerja pabrik tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi pasar yang dinamis,” ujar Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (28/4/2026).

 

Produksi TBS dan CPO Tumbuh Positif

Dari sisi operasional, TLDN mencatat produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 253.459 ton, sedikit terkoreksi 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, produksi TBS plasma meningkat signifikan 14,4% menjadi 40.378 ton, menunjukkan kontribusi kebun smallholders mitra yang semakin kuat terhadap pasokan bahan baku.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Selasa (28/4), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Stagnan

Sepanjang kuartal I/2026, Perseroan mengolah 346.609 ton TBS, meningkat 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh naiknya produksi kebun plasma serta tambahan pasokan buah dari pihak ketiga.

Kinerja pabrik juga menunjukkan tren positif. Produksi CPO mencapai 78.997 ton, naik 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingkat ekstraksi minyak sawit (Oil Extraction Rate/OER) ikut meningkat menjadi 22,79%, mencerminkan efisiensi pengolahan yang semakin baik.

Selain itu, produksi inti sawit naik 6,4% menjadi 12.791 ton, sementara produksi CPKO tercatat 3.215 ton dengan tingkat ekstraksi 40,25%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Usung Model Sawit Berkelanjutan untuk Dongkrak Produksi Nasional

“Pemanfaatan teknologi, penerapan praktik perkebunan terbaik, optimalisasi pemupukan, serta pemeliharaan infrastruktur kebun secara berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam menjaga efisiensi dan produktivitas operasional Perseroan,” ungkap Wishnu.

 

Dorong Produktivitas Berbasis Teknologi dan ESG

Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, TLDN terus memperkuat implementasi program Teladan Productivity Technology Science (TPTS) sebagai strategi berbasis data, sains, dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas kebun serta efisiensi pabrik.

Perseroan juga memperluas penerapan Teladan Green Metrics (TGM) sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Pendekatan ini diarahkan untuk memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 29 April –  5 Mei 2026 Turun Rp102,1 per Kg  

Dengan fundamental operasional yang terus diperkuat, disiplin strategi bisnis, serta dorongan inovasi teknologi, TLDN optimistis mampu menjaga daya saing dan menciptakan pertumbuhan usaha yang sehat serta berkelanjutan di tengah dinamika industri sawit global. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com