CPOPC Dorong Generasi Muda Jadi Duta Informasi Sawit Berkelanjutan

oleh -140 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Wakil Sekretaris Jenderal CPOPC, Musdhalifah Machmud, bersama para pemenang Young Elaeis Ambassadors (YEAs), di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

InfoSAWIT, JAKARTA – Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) terus memperluas upaya edukasi tentang industri kelapa sawit kepada generasi muda dunia melalui program Young Elaeis Ambassadors (YEAs). Melalui program tersebut, anak-anak muda dari berbagai negara diajak memahami industri sawit secara utuh agar mampu menjadi penyampai informasi yang objektif di lingkungan masing-masing.

Wakil Sekretaris Jenderal CPOPC, Musdhalifah Machmud, mengatakan bahwa inisiatif ini dilatarbelakangi oleh semakin besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi publik, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami mengajak anak-anak muda dari seluruh dunia untuk memahami dengan baik tentang kelapa sawit. Saat ini media sosial berkembang sangat pesat dan menjadi sumber informasi utama bagi generasi muda. Namun, banyak informasi yang beredar dibentuk untuk tujuan-tujuan tertentu,” ujar Musdhalifah kepada InfoSAWIT di sela kegiatan Media Engagement #YEAs Induction Week 2026, Kamis (11/6/2026).

BACA JUGA: Jaga Operasional Pabrik Sawit Tetap Prima dengan Kawat Las KOBELCO

Menurutnya, para peserta yang tergabung dalam Young Elaeis Ambassadors diharapkan dapat menjadi corong informasi positif mengenai industri kelapa sawit di tengah komunitas dan jejaring pertemanan mereka.

“Kalau mereka tidak tahu, tentu mereka tidak bisa menyampaikan informasi yang benar. Karena itu, kami ingin mereka mengenal, memahami, kemudian menyampaikan hal-hal baik tentang kelapa sawit kepada teman-teman dan lingkungan mereka,” katanya.

Selama enam hari masa induksi, para peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung praktik industri kelapa sawit di Indonesia, mulai dari perkebunan hingga berbagai inovasi berbasis sawit. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai sektor ini.

BACA JUGA: Manajemen Akar Kelapa Sawit: Inovasi Agronomi Guna Genjot Produktivitas

Musdhalifah mencontohkan antusiasme peserta yang berasal dari negara-negara nonprodusen sawit. Sebagian dari mereka bahkan baru pertama kali melihat pohon kelapa sawit secara langsung.

“Ada peserta dari India yang mengatakan bahwa dirinya belum pernah melihat pohon sawit sebelumnya. Setelah datang ke Indonesia, mereka bisa memahami seperti apa sebenarnya industri ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan program YEAs juga terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Jumlah peserta semakin meningkat, demikian pula keberagaman negara asal peserta yang terlibat.

BACA JUGA: Permendag 16/2026 Berlaku, Kemendag Pastikan Ekspor Sawit Tetap Berjalan Selama Masa Transisi

Tidak hanya itu, ide dan inovasi yang dibawa peserta juga dinilai semakin kaya. Banyak peserta mengangkat isu-isu terkait nutrisi, pemanfaatan produk turunan sawit, hingga inovasi ramah lingkungan yang aplikatif.

“Ada berbagai inovasi menarik yang mereka bawa. Misalnya pemanfaatan material berbasis sawit yang setelah digunakan dapat terurai dan bahkan mendukung pertumbuhan tanaman. Kreativitas seperti inilah yang ingin kami dorong agar mereka menjadi champion dalam menyuarakan potensi positif kelapa sawit,” jelasnya.

Melalui program ini, CPOPC berharap semangat inovasi dan kemampuan komunikasi yang dimiliki para peserta dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemahaman masyarakat global terhadap industri sawit.

BACA JUGA: Dukung Pemenuhan Hak Anak, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Upaya Pencegahan Pekerja Anak

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, para Young Elaeis Ambassadors juga didorong untuk aktif melakukan kampanye edukasi melalui media sosial selama beberapa bulan setelah program berakhir.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pemerintah atau pemangku kepentingan tertentu untuk mempromosikan sawit. Peran masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kelapa sawit dan kontribusinya,” tutur Musdhalifah.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan melalui generasi muda akan menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun narasi yang lebih berimbang mengenai industri kelapa sawit di tingkat global, sekaligus memperkenalkan berbagai aspek keberlanjutan yang telah diterapkan di sektor ini. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com