InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga kontrak minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia turun pada Senin (14/8/2023) untuk sesi ketiga berturut-turut, dibebani oleh penurunan harga minyak nabati lainnya, kendati kegiatan ekspor lebih tinggi.
Dilansir Reuters, patokan harga kontrak minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Oktober 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 6, atau terdapat penurunan sekitar 0,16% menjadi RM 3.711 (US$ 804,81) per metrik ton selama awal perdagangan.
Diungkapkan Kepala Riset Sunvin Group, Anilkumar Bagani, adanya pelonggaran kontrak berjangka sawit di bursa Dalian, lantas adanya koreksi harga minyak mentah, dan momentum penurunan harga di pasar minyak bunga matahari di wilayah Laut Hitam dan minyak kedelai Amerika Selatan telah mendorong harga sawit yang lebih rendah.
“Namun, kinerja ekspor minyak sawit 1-10 Agustus yang lebih kuat dan nilai tukar ringgit yang lebih lemah terlihat menjaga performas minya sawit Malaysia dimasa mendatang,” katanya di lansir Reuters.
Merujuk laporan Cargo Surveyor Intertek Testing Services dan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri, ekspor produk minyak sawit Malaysia naik antara 5,9% dan 17,5% selama periode 1-10 Agustus 2023.
BACA JUGA: Kemenperin Sebut Program Hilirisasi Sawit Serap Produksi Petani Hingga Bangkitkan Ekonomi Produktif
Sementara harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 naik 0,34%, sementara kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 turun 0,57%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,8%. (T2)











