Potensi Gas Metana dari Limbah Sawit Dukung Target Capaian Bauran Energi Terbarukan

oleh -5.711 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi BioCNG

InfoSAWIT, JAKARTA – Industri kelapa sawit di Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyedia pangan dan energi saat ini, tetapi juga menjadi solusi untuk masa depan yang berkelanjutan. Dengan konsep zero waste, industri ini menjelma menjadi “emas hijau” yang tidak hanya menghasilkan produk utama, tetapi juga mengoptimalkan limbahnya untuk menciptakan energi terbarukan.

Sekretaris Jenderal Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), M. Hadi Sugeng, menjelaskan bahwa limbah kelapa sawit, seperti janjang kosong, limbah padat, dan cair, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan. Salah satu hal yang menonjol adalah kemampuan limbah sawit menghasilkan gas metana, yang dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan. Hal ini diungkapkan dalam Seminar Nasional Percepatan Peningkatan Pemanfaatan Gas Metana di Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Sumber Listrik, Bio-CNG, dan Hidrogen.

Kelapa sawit, selain menjadi tanaman produktif dengan penggunaan lahan yang efisien, juga merupakan minyak nabati paling serbaguna. Limbahnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk energi, partikel board, pupuk, dan pakan ternak. Namun, tantangan utama yang dihadapi industri ini adalah dampak lingkungan, terutama terkait emisi gas rumah kaca dalam bentuk gas metana.

BACA JUGA: Membongkar Kesalahpahaman Produk Hilir Sawit, yang Bernilai US$ 62,9 Miliar di 2023

Hadi Sugeng menjelaskan bahwa gas metana yang dihasilkan selama proses produksi minyak kelapa sawit dapat menjadi penyumbang signifikan terhadap pemanasan global. “Namun, dengan penggunaan teknologi Methane Capture, gas metana dapat diubah menjadi sumber energi yang dapat mengurangi biaya produksi minyak kelapa sawit dan digunakan sebagai pengganti bahan bakar untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tungku boiler hingga listrik,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (31/1/2024).

Dari segi ekonomi, pemanfaatan energi terbarukan berbasis Palm Oil Mill Effluent (POME) diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi yang besar. Ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada listrik PLN berbahan bakar diesel, genset, solar, dan LPG, tetapi juga sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia terkait Net Zero Emission (NZE) 2060 dan Perjanjian Paris Agreement.

Direktur Bio Energi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Edi Wibowo, menekankan pentingnya kolaborasi dan kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta untuk mencapai target-target energi terbarukan. Meskipun industri batubara masih mendominasi pangsa pemanfaatan energi nasional, langkah-langkah strategis diperlukan untuk meningkatkan peran energi baru terbarukan dalam mencapai target NZE 2060.

BACA JUGA: Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Sawit Februari 2024 Ditetapkan US$ 118 per Ton

Petrus Gunarso, seorang Pengamat Lingkungan, menyoroti perlunya koordinasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencapai target Nationally Determined Contributions (NDC) sektor energi.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com