InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Industri minyak sawit Malaysia akan kembali menghadapi pertumbuhan moderat selama satu tahun kedepan, dengan proyeksi yang menunjukkan sedikit peningkatan produksi minyak sawit mentah (CPO) pada tahun 2024. Perkiraan menunjukkan bahwa produksi CPO akan berkisar antara 18,50 hingga 18,75 juta metrik ton, yang menunjukkan sedikit peningkatan sebesar 0,3% hingga 1,06% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lambatnya laju pertumbuhan yang diantisipasi ini menandai tahun ketujuh berturut-turut terhambatnya ekspansi produksi minyak sawit Malaysia. Bertahannya tren ini menunjukkan dampak jangka panjang dari berbagai faktor, khususnya dampak El Niño yang berkepanjangan.
Sejak tahun 2016, ketika Malaysia mengalami penurunan produksi CPO yang signifikan akibat dampak buruk El Niño, industri ini menghadapi tantangan untuk memulihkan tingkat produksi. Pada tahun tersebut, produksi CPO anjlok menjadi 17,32 juta metrik ton, turun drastis sebesar 2,641 juta metrik ton atau 13,21% dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:
Dikutip Dikutip InfoSAWIT dari PalmOilAnalytic, tingkat keparahan dampak El Niño yang melemahkan hasil panen telah meninggalkan dampak jangka panjang pada sektor kelapa sawit Malaysia, sehingga menghambat kemampuan negara tersebut untuk mencapai pertumbuhan yang kuat di tahun-tahun berikutnya. Meskipun terdapat upaya bersama untuk memitigasi dampak kondisi cuaca buruk dan tantangan lainnya, seperti fluktuasi harga pasar dan tekanan peraturan, industri ini masih kesulitan untuk mendapatkan kembali momentumnya.
Selain itu, ketidakpastian seputar kondisi ekonomi global, dinamika perdagangan, dan permasalahan keberlanjutan terus menimbulkan hambatan tambahan bagi produsen minyak sawit Malaysia. Di tengah tantangan-tantangan ini, para pemangku kepentingan di industri ini semakin fokus pada inovasi, adopsi teknologi, dan praktik berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan, dan daya saing. (T2)



















