Pemerintah Perkuat Hilirisasi Sektor Sawit untuk Kesejahteraan Petani dan Pengembangan Energi Terbarukan

oleh -7.666 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

InfoSAWIT, JAKARTA – Pada konferensi pers Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang digelar di Jakarta pada Jumat sore, 16 Agustus 2024, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengintensifkan upaya hilirisasi dalam sektor perkebunan kelapa sawit tahun depan. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung kinerja ekspor, serta mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan biodiesel B35 dan B40.

Menurut Sri Mulyani, hilirisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek ekstraksi, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah dari komoditas kelapa sawit. “Hilirisasi selain dari sisi tambang juga dari sisi sawit, dan ini juga merupakan salah satu andalan dari Republik Indonesia,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Tempo ditulis Selasa (20/8/2024).

Optimalisasi nilai ekspor komoditas sawit juga menjadi perhatian utama pemerintah. Sri Mulyani menjelaskan bahwa hal ini dapat dicapai melalui pengaturan pajak ekspor dan tarif bea keluar. Data menunjukkan bahwa kinerja ekspor sawit telah menunjukkan tren positif, meningkat dari US$ 16,8 miliar pada 2015 menjadi US$ 23,9 miliar pada 2023.

BACA JUGA: Konversi Truk Angkut TBS Sawit Masyarakat Berbasis Bio CNG

Selain itu, pemerintah juga bertekad untuk menjaga stabilisasi harga sawit agar tetap berada pada level yang wajar untuk mendukung kesejahteraan para petani. Langkah-langkah ini termasuk upaya untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga produk crude palm oil (CPO) dan biodiesel.

Program pengembangan energi terbarukan, khususnya biodiesel, juga memberikan dampak signifikan dalam penghematan devisa impor solar. Volume penyaluran biodiesel telah mengalami peningkatan yang signifikan dari 0,92 juta kiloliter pada 2015 menjadi 2,24 juta kiloliter pada 2023, yang berhasil menghemat sejumlah besar devisa. Pada tahun lalu, penghematan tersebut mencapai Rp121,5 triliun, sementara pada 2015 hanya sebesar Rp3,7 triliun.

Selain manfaat ekonomis, program ini juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Pada 2023, program biodiesel membantu mengurangi emisi sebesar 32,7 juta ton karbondioksida ekuivalen (CO2e), menandai komitmen Indonesia dalam mendukung upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,29 Pada Senin (19/8), di Bursa Malaysia Justru Turun

Selain kelapa sawit, pemerintah juga menetapkan komoditas lain seperti karet, kelapa, dan kakao sebagai prioritas dalam upaya hilirisasi sektor pertanian untuk periode 2025-2029. (T2)

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com