Koperasi Petani Sawit Belayan Sejahtera Raih Skor B Versi CDP, Jadi yang Pertama Di Indonesia

oleh -1.929 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Jamaluddin, saat presentasi aksi lingkungan yanh dilakukan petani sawit.

InfoSAWIT, KUTAI KARTANEGARA – Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera menorehkan capaian bersejarah dalam penguatan tata kelola keberlanjutan sektor perkebunan rakyat. Koperasi yang berbasis petani kecil ini berhasil meraih peringkat B dari Carbon Disclosure Project (CDP), sebuah organisasi nirlaba global yang mengelola sistem pengungkapan data lingkungan paling komprehensif di dunia.

Pencapaian tersebut menjadikan Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera sebagai koperasi pertama di Indonesia yang melakukan pengungkapan data lingkungan secara global melalui CDP, sekaligus meraih skor tertinggi untuk kategori Small and Medium Enterprises (SME). Penilaian CDP dilakukan dengan metodologi independen dan ketat, mencakup kualitas transparansi data, kesadaran terhadap risiko lingkungan, tata kelola, serta aksi nyata dalam merespons tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Pada tahun 2025, hampir 20.000 organisasi dinilai dan lebih dari 22.100 organisasi melaporkan kinerja lingkungannya melalui CDP. Data tersebut menjadi rujukan utama bagi investor dan pembeli global dalam menilai risiko, peluang, dan kesiapan rantai pasok menghadapi transisi menuju ekonomi rendah emisi dan bebas deforestasi.

BACA JUGA: UNJA Diseminasikan Riset BPDP, Dorong Transformasi Partisipatif Ekosistem Sawit Berkelanjutan

Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Jamaluddin, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan perubahan posisi koperasi petani dalam peta rantai pasok global.
“Peringkat B dari CDP bukan sekadar pengakuan administratif bagi kami. Ini adalah pernyataan sikap. Kami menunjukkan bahwa koperasi petani—yang kerap diposisikan di pinggiran—mampu memenuhi standar transparansi lingkungan global yang selama ini didominasi oleh korporasi besar,” ujarnya, kepada InfoSAWIT, Jumat (19/12/2025).

Menurut Jamaluddin, keputusan untuk melakukan pengungkapan data lingkungan secara global merupakan langkah strategis yang diambil dengan penuh kesadaran. “Menjadi koperasi pertama di Indonesia yang melakukan pengungkapan lingkungan secara global adalah keputusan yang disengaja. Kami memilih transparansi, meskipun itu berarti membuka diri terhadap penilaian yang ketat dan independen,” katanya.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif para petani anggota koperasi dalam menerapkan praktik pengelolaan kebun yang bertanggung jawab, menjaga lanskap, serta menata produksi agar sejalan dengan tuntutan iklim dan pasar masa depan. “Ini membuktikan bahwa keberlanjutan bukan beban tambahan, melainkan strategi inti untuk bertahan dan bertumbuh,” tegas Jamaluddin.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis(18/12), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat

CDP sendiri sepenuhnya selaras dengan kerangka kerja Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) dan mengelola basis data lingkungan terbesar di dunia. Pada 2025, sebanyak 640 investor dengan total aset lebih dari USD 127 triliun meminta CDP mengumpulkan data terkait dampak, risiko, dan peluang lingkungan dari berbagai organisasi secara global.

CEO CDP, Sherry Madera, menilai skor CDP sebagai indikator penting bagi dunia usaha dan keuangan internasional.
“Skor CDP menunjukkan komitmen terhadap data berkualitas tinggi yang memungkinkan organisasi mengambil keputusan ekonomi yang positif bagi bumi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ketahanan jangka panjang,” ujarnya.

Bagi Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, capaian ini bukanlah titik akhir. Koperasi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan konsistensi pelaporan, serta mengintegrasikan kepatuhan pasar global ke dalam operasional dan praktik para petani anggota.

BACA JUGA: CPOPC Gelar Pertemuan Pejabat Senior ke-30, Perkuat Kerja Sama Negara Produsen Sawit

“Kami mengajak koperasi lain, pelaku usaha, dan mitra rantai pasok untuk berhenti menunda dan mulai bertindak. Transparansi lingkungan bukan hak eksklusif perusahaan besar—ini adalah tanggung jawab kolektif jika pertanian Indonesia ingin tetap relevan, kredibel, dan berdaya saing di tingkat global,” pungkas Jamaluddin. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com