Harga Sawit Bergerak Datar, Ringgit Perkasa Tahan Kenaikan Minyak Nabati Pesaing

oleh -2.755 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Bursa Malaysia Derivatives.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Perdagangan minyak sawit dunia bergerak cenderung datar menjelang libur Natal. Pada Rabu, (24/12/2025), kontrak berjangka sawit Malaysia tertahan penguatannya seiring menguatnya ringgit, yang menetralkan sentimen positif dari kenaikan harga minyak kedelai (soyoil) dan minyak mentah.

Harga kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Maret 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun tipis RM 3 per ton atau turun 0,07% ke level 4.033 per metrik ton pada jeda tengah hari. Meski demikian, kontrak tersebut masih mencatat kenaikan 3,35% dalam dua sesi sebelumnya.

Pelaku pasar menyebut pelemahan tipis ini terjadi di tengah penguatan mata uang Malaysia. “Pasar sawit sedikit melemah karena ringgit menguat,” ujar seorang pedagang berbasis Kuala Lumpur dilansir Reuters. Ia menambahkan, ringgit menguat ke kisaran 4,0550 per dolar AS, level terkuat sejak 5 Maret 2021.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Desember 2025 Tertinggi Ditetapkan Rp. 3.236,30 per Kg

Sebagai mata uang perdagangan sawit, penguatan ringgit membuat harga menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. Pada hari yang sama, ringgit tercatat menguat 0,12% terhadap dolar AS.

Di sisi lain, harga minyak nabati pesaing justru bergerak naik. Harga kontrak soyoil paling aktif di Dalian Commodity Exchange menguat 0,18%, sementara harga kontrak minyak sawit di bursa yang sama naik 0,69%. Di Amerika Serikat, harga soyoil di Chicago Board of Trade turut menguat 0,29%.

Dari sisi perdagangan global, data European Commission menunjukkan impor kedelai Uni Eropa untuk musim 2025/26 yang dimulai Juli telah mencapai 6 juta metrik ton per 21 Desember, turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor minyak sawit Uni Eropa turun 9% menjadi 1,45 juta ton.

BACA JUGA: Pasal 33, Sawit, dan Batas Kuasa Negara

Di Asia Tenggara, dukungan terhadap permintaan domestik datang dari Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menandatangani keputusan untuk mengalokasikan 15,65 juta kiloliter biodiesel berbasis sawit guna memenuhi mandat pencampuran bahan bakar pada 2026, menurut pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com