Bappenas Dorong Integrasi Sawit dan Sapi untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular

oleh -3.768 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, saat memberikan pidato kunci pada acara 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP), yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (8/4/2026).

InfoSAWIT, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya inovasi besar dan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan global melalui pendekatan pertanian regeneratif. Ia menilai, langkah tersebut bukan sekadar wacana akademik, melainkan solusi komprehensif untuk menjawab tantangan krisis global yang semakin kompleks.

Rachmat mengungkapkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tekanan, mulai dari dinamika geopolitik yang mengganggu rantai pasok global, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan energi. Di tingkat domestik, Indonesia juga dihadapkan pada tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan, nutrisi, dan energi bagi populasi yang terus bertumbuh.

Menurutnya, dampak perubahan iklim seperti degradasi tanah dan emisi karbon turut mengancam fondasi sektor pertanian nasional. Namun, di tengah krisis tersebut, Indonesia justru melihat peluang untuk menjadi pelopor solusi melalui pengembangan sistem pertanian regeneratif berskala besar.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-April 2026 Tertinggi Rp 3.726,28 per Kg

Rachmat menjelaskan bahwa visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Program swasembada pangan dan program makan bergizi menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan kebutuhan protein masyarakat terpenuhi, khususnya bagi generasi muda.

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mendukung, termasuk penyelesaian persoalan ketersediaan lahan, biaya input, serta peningkatan kapasitas petani sawit (smallholders). Salah satu pendekatan strategis yang didorong adalah integrasi sawit dan peternakan melalui sistem terpadu.

“Setiap hektare kebun sawit berpotensi menghasilkan sekitar 13 ton biomassa kering per tahun yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak. Potensi ini selama ini belum dimaksimalkan,” ujar Rachmat, Saat memberikan pidato kucinya pada acara 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP), yang dihadiri InfoSAWIT, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA: Aktivis Popayato Desak Perusahaan Realisasikan Hak Plasma Petani

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa integrasi sawit dan ternak akan mendorong transformasi menuju ekonomi sirkular berbasis bioekonomi, di mana sektor pangan, energi, dan air terhubung dalam satu ekosistem. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem secara keseluruhan.

Melalui model ini, Indonesia tidak hanya menghasilkan minyak sawit, tetapi juga protein, pupuk organik, serta menciptakan sistem penghidupan yang lebih berkelanjutan. Selain itu, penggunaan pupuk kimia dapat ditekan melalui pemanfaatan kotoran ternak, sementara biaya pakan ternak juga dapat ditekan dengan memanfaatkan limbah sawit.

Rachmat menambahkan bahwa integrasi ini juga membuka peluang diversifikasi pendapatan bagi petani sawit, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai tulang punggung produksi rendah emisi.

Dalam implementasinya, pemerintah akan fokus pada penguatan rantai nilai peternakan, pengembangan jaringan logistik, serta standarisasi rumah potong hewan guna menjamin keamanan dan kualitas pangan. Upaya ini juga bertujuan memastikan distribusi protein terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 8-14 April 2026 Naik Rp39,22 per Kg  

Sebagai bagian dari arah kebijakan ke depan, Bappenas menetapkan beberapa langkah strategis, antara lain harmonisasi regulasi pemanfaatan lahan ganda, pengembangan genetika ternak lokal yang adaptif di bawah naungan kebun sawit, serta peningkatan riset integrasi multi-komoditas yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan.

Selain itu, sinergi antara petani sawit (smallholders) dan pelaku industri besar akan diperkuat guna menciptakan sistem yang inklusif dan berkelanjutan.

Rachmat menegaskan bahwa integrasi sawit dan ternak harus menjadi warisan kolaborasi nasional yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak tanpa terkecuali. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com