Impor Minyak Sawit India Anjlok ke Level Terendah 14 Bulan, Berpotensi Tekan Harga CPO Global

oleh -390 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Ilustrasi/Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, MUMBAI – Impor minyak sawit India pada Juni 2026 turun ke level terendah dalam 14 bulan terakhir, seiring melemahnya permintaan domestik dan menyusutnya selisih harga minyak sawit dibandingkan minyak nabati pesaing. Kondisi ini diperkirakan dapat meningkatkan stok minyak sawit di Indonesia dan Malaysia sekaligus memberi tekanan terhadap harga kontrak berjangka minyak sawit di Bursa Malaysia.

Dilansir InfoSAWIT dari The Economic Times, Selasa (7/7/2026), lima pelaku perdagangan memperkirakan impor minyak sawit India sepanjang Juni hanya mencapai 492 ribu metrik ton, turun sekitar 10,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak April 2025.

Tidak hanya minyak sawit, impor minyak nabati lainnya juga mengalami penurunan. Impor minyak kedelai (soyoil) diperkirakan merosot 23 persen secara bulanan menjadi 381 ribu ton, sementara impor minyak bunga matahari (sunflower oil) turun 17,5 persen menjadi 244 ribu ton, atau level terendah dalam tiga bulan terakhir.

BACA JUGA: Sinar Mas Agribusiness and Food Raih PAACLA Award 2026 atas Komitmen Mewujudkan Perkebunan Ramah Anak

Dengan melemahnya seluruh jenis minyak nabati, total impor minyak makan India pada Juni diperkirakan turun 16,6 persen dibandingkan Mei menjadi sekitar 1,1 juta ton. Data tersebut belum memasukkan pasokan bebas bea yang masuk melalui jalur darat dari Nepal.

India merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia sekaligus pasar utama bagi ekspor minyak sawit Indonesia dan Malaysia. Penurunan pembelian dari negara tersebut berpotensi meningkatkan persediaan di negara produsen dan memengaruhi pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional.

Rajesh Patel, Managing Partner GGN Research di Rajkot, Gujarat, mengatakan permintaan minyak sawit dalam beberapa bulan terakhir cenderung lemah karena distributor memilih membeli dalam jumlah terbatas sambil menunggu harga turun.

BACA JUGA: 1.135 Koperasi Sawit Disiapkan Jadi Mitra Agrinas, 250 Ribu Hektare Lahan Plasma Jadi Target Awal

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong perusahaan penyulingan (refinery) mengurangi volume impor. Selain faktor harga, permintaan juga terdampak oleh kelangkaan gas memasak, kenaikan harga gas, serta gelombang panas ekstrem yang melanda India.

Sebagai salah satu importir gas memasak terbesar di dunia, India saat ini menghadapi tekanan pasokan energi. Pemerintah setempat mengurangi distribusi gas bagi sektor industri dan menaikkan harga tabung gas komersial guna menjaga pasokan untuk kebutuhan rumah tangga.

Di sisi lain, daya tarik minyak sawit juga berkurang karena selisih harganya terhadap minyak kedelai semakin tipis. Seorang pedagang yang berbasis di Mumbai menyebutkan diskon harga minyak sawit kini berada di bawah US$50 per ton, sehingga banyak perusahaan pengolahan memilih bersikap hati-hati dalam melakukan pembelian.

BACA JUGA: HIP Biodiesel Juli 2026 Ditetapkan Rp14.562 per Liter

Selama ini India mengimpor sebagian besar minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia, sedangkan minyak kedelai dan minyak bunga matahari dipasok terutama dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.

Penurunan impor India menjadi salah satu indikator yang akan dicermati pelaku pasar dalam beberapa pekan ke depan, mengingat perubahan permintaan dari negara tersebut kerap memberikan pengaruh signifikan terhadap prospek harga minyak sawit global dan kinerja ekspor negara-negara produsen utama. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com