Kunjungan PM Modi ke Indonesia Perkuat Dagang, Sawit Tetap Jadi Komoditas Andalan Ekspor

oleh -308 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Tanki Timbun CPO.

InfoSAWIT, JAKARTA – Hubungan dagang antara Indonesia dan India kembali menjadi sorotan seiring kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan kedua pemimpin negara ini dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk perdagangan komoditas unggulan seperti minyak sawit.

Berdasarkan laporan Rubix Data Sciences, Indonesia masih menjadi mitra dagang terbesar kedua India di kawasan ASEAN pada tahun fiskal (FY) 2026, dengan total nilai perdagangan barang mencapai US$24,8 miliar. Posisi pertama masih ditempati Singapura dengan nilai perdagangan sebesar US$36,1 miliar.

Dilansir InfoSAWIT dari news18.com, merujuk laporan Rubix Data Science, hubungan perdagangan bilateral India dan Indonesia memang mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai perdagangan barang turun dari US$38,8 miliar pada FY2023 menjadi US$24,8 miliar pada FY2026, atau mencatat penurunan rata-rata tahunan (CAGR) sekitar 14%.

BACA JUGA: Sinar Mas Agribusiness and Food Raih PAACLA Award 2026 atas Komitmen Mewujudkan Perkebunan Ramah Anak

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya ekspor India ke Indonesia. Nilai ekspor India menyusut dari US$10 miliar menjadi hanya US$4,5 miliar dalam periode yang sama, dengan tingkat penurunan tahunan mencapai 23%. Sementara itu, impor India dari Indonesia juga terkoreksi lebih moderat, dari US$28,8 miliar menjadi US$20,3 miliar.

Meski demikian, defisit perdagangan India terhadap Indonesia menunjukkan perbaikan. Selisih perdagangan menyempit dari US$18,8 miliar menjadi US$15,8 miliar, meskipun Indonesia masih mempertahankan surplus perdagangan yang cukup besar.

Laporan tersebut juga mencatat adanya perubahan komposisi ekspor India ke Indonesia. Produk minyak bumi olahan yang sebelumnya mendominasi ekspor mengalami penurunan tajam, dengan pangsa pasar merosot dari 39% menjadi hanya 5% selama periode FY2023–FY2026.

BACA JUGA: Ekspor Bungkil Sawit Lampung Tembus Selandia Baru, 14 Ribu Ton PKE Bernilai Rp20 Miliar Dilepas

Sebaliknya, sejumlah komoditas lain mulai mengambil peran lebih besar, antara lain daging sapi beku, komponen otomotif, kacang tanah, serta tembakau mentah yang masing-masing meningkatkan kontribusinya terhadap total ekspor India ke Indonesia.

Di sisi lain, struktur impor India dari Indonesia masih didominasi oleh komoditas strategis. Batu bara menjadi produk terbesar dengan porsi sekitar 30%, disusul minyak sawit yang menyumbang 19% dari total impor India dari Indonesia pada FY2026.

Bagi India, minyak sawit merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri, terutama sektor fast-moving consumer goods (FMCG) yang memproduksi makanan olahan, produk rumah tangga, hingga kosmetik. Karena itu, pasokan sawit dari Indonesia tetap memegang peranan vital dalam menjaga rantai pasok industri di negara tersebut.

BACA JUGA: KPP Sita Aset Perusahaan Sawit di Lampung, Tunggakan Pajak Capai Rp42 Miliar

Rubix Data Sciences juga mencatat bahwa Indonesia masih menjadi pemasok minyak sawit terbesar bagi India, dengan pangsa sekitar 40% dari total impor sawit India sepanjang FY2026. Dominasi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut.

Selain sawit, impor India dari Indonesia juga mulai menunjukkan pertumbuhan pada sejumlah komoditas baru, seperti baja nirkarat (stainless steel), asam lemak industri, serta semikonduktor yang secara bertahap memperluas struktur perdagangan kedua negara.

Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk menjaga keberlanjutan pasokan minyak sawit Indonesia ke pasar India yang selama ini menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar nasional. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com