InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan penawaran harga CPO tertinggi Rp. 15.758/kg pada Kamis (17/9/2026), dengan demikian harga CPO tidak ada perubahan dibandingkan harga CPO pada Rabu (16/9/2026) yang mencapai Rp. 15.758/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 15.775/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.758/kg. Harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp. 15.525/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.503/kg. Harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp. 15.575/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 15.393/kg.
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berjangka Malaysia kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Harga kontrak acuan mundur lebih dari 1% setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam sekitar 21 bulan, tertekan ekspektasi kenaikan stok September, ekspor yang masih lemah, serta pelemahan harga minyak nabati pesaing.
BACA JUGA: Cargill Soroti Tren Konsumen Indonesia terhadap Bahan Makanan di Fi Asia 2026
Dilansir Reuters, harga kontrak CPO untuk pengiriman Desember 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun RM58 per ton atau turun sekitar 1,16% menjadi RM4.940 per ton, setara sekitar US$1.206,05 per ton. Pada sesi perdagangan sebelumnya, kontrak tersebut sempat mencapai level tertinggi sejak Desember 2024.
Pergerakan harga CPO turut dipengaruhi kondisi pasar minyak nabati global. Sebagai komoditas yang bersaing dalam pasar minyak nabati dunia, harga minyak sawit kerap mengikuti arah pergerakan minyak kedelai dan minyak nabati lainnya.
Di bursa Dalian, harga kontrak minyak kedelai paling aktif terkoreksi 0,34%, sementara harga kontrak minyak sawit melemah 1,06%. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 1,02%.
BACA JUGA: HIP Biodiesel September 2026 Naik Jadi Rp15.025 per Liter
Lantas, merujuk estimasi sejumlah surveyor kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–15 September 2026 diperkirakan turun antara 17,8% hingga 25,6% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Kinerja ekspor tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena Malaysia merupakan salah satu pemasok utama minyak sawit dunia. Pelemahan pengiriman berpotensi meningkatkan persediaan domestik apabila produksi tidak mengalami penurunan yang cukup besar.
Ekspektasi stok yang mendekati 3 juta ton pada akhir September menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang kenaikan harga CPO, meskipun kontrak sebelumnya sempat mencatat level tertinggi sejak akhir 2024.
BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Agustus 2026 Naik 7 Persen, Tembus Level Tertinggi Enam Bulan
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Kamis (17/9/2026):
CPO_____
Loco PKS Luwu Rp. 15.275 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 9.800- MBMJ
CIF Pel Gresik Rp. 15.775 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.489-WNI
Franco Dumai Rp. 15.775 (WD). Penawaran tertinggi Rp.15.758-SPC
FOB Talang Duku Rp. 15.525 ( WD). Penawaran tertinggi Rp.15.503-PSCOI
Franco Teluk Bayur Rp. 15.575 (WD). Penawaran teringgi Rp. 15.393-WIRA
Loco PKS Kembayan Rp. 15.275 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 15.258-EUP
Loco PKS Ngabang Rp. 15.400 (WD) Penawaran tertinggi Rp. 15.383-EUP
PK_____
Loco PKS Aur Gading Rp. 13.094 (WD).Penawaran tertinggi Rp. 12.555-WIRA
Loco PKS Bunut Rp. 13.097 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 12.705-SAP
Loco PKS Pengabuan Rp. 12.981 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 12.505-WIRA
Loco PKS S.Selatan Rp. 12.991 (WD) Penawaran tertinggi Rp. 12.670-WIRA
Loco PKS R.Dua Rp. 12.987 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 12.685- WIRA
(T2)
