Dorab Mistry Desak Pemerintah Indonesia Segera Lakukan Ekspor Minyak Sawit 

oleh -1.270 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. Istimewa / Dorab Mistry pengamat minyak sawit sekaligus Direktur di Godrej International yang berbasis di India, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melanjutkan kegiatan ekspor minyak sawitnya, setelah sebelumnya dala tiga pekan melakukan pelarangan ekspor.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Dalam surat terbukanya ke beberapa media, Dorab  Mistry pengamat minyak sawit sekaligus Direktur di Godrej International yang berbasis di India, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera melanjutkan kegiatan ekspor minyak sawitnya, setelah sebelumnya dala tiga pekan melakukan pelarangan ekspor.

Dengan belum dilakukannya kegiatan ekspor minyak sawit dari Indonesia, Dorab memperkirakan bakal menyebabkan malapetaka bagi ekonomi petani sawit, bahkan Dorab memperkirakan  

Analis minyak nabati terkemuka Kementerian Dorab pada Kamis mendesak Indonesia untuk segera melanjutkan ekspor minyak sawit, memperingatkan bahwa penghentian pengiriman yang menunggu rincian aturan penjualan domestik dapat menyebabkan “malapetaka” ekonomi bagi petani. Termasuk situasinya bagi Indenesia menuju bencana besar lantaran persediaan (stok) minyak sawitnya mencapai rekor tertinggi melebihi tujuh juta ton.

BACA JUGA: Para Negara Produsen Minyak Sawit Desak PBB Akui Skim GFP-SPO

“Bila kegiatan ekspor tidak segera dilakukan pada akhir Mei, diperkirakan semua tangki penyimpanan minyak sawit akan penuh dan industry akan terhenti,” katanya dalam surat terbukanya.

Paska pembukaan larangan ekspor, pemerintah Indonesia kembali menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), namun karena para pelaku masih mempelajari proses yang ditetapkan mengakibatkan kegiatan ekspor tidak serta merta bisa dilakukan. “Eksportir telah menahan pengiriman karena mereka menunggu perincian tentang aturan terbaru,” ungkapnya seperti dilansir Reuters.

Petani di Indonesia telah dibebani dengan pungutan dan pajak ekspor yang lebih tinggi sebesar US$ 575 per ton dibandingkan dengan petani kelapa sawit di Malaysia yang membayar hanya US$ 125 per ton, kata Mistry. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com