Kemitraan Indonesia-Belanda Genjot Potensi kaltim, Untuk Minyak Sawit dan Kayu

oleh -257 Dilihat
infosawit
Dok. Humas Kemendag

InfoSAWIT, BALIKPAPAN – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga meyakini, kemitraan Indonesia–Belanda mampu meningkatkan potensi Kalimantan Timur dalam rantai nilai global Indonesia. Pemerintah Indonesia menilai, Belanda memiliki nilai strategis sebagai salah satu pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa, khususnya untuk produk-produk unggulan dari Kalimantan Timur seperti minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya serta produk kayu.

Hal ini diungkapkan Wamendag Jerry saat memberikan sambutan dalam dialog bertema “Memperkuat Rantai Nilai Global (Global Value Chains) Industri Kalimantan Timur dalam Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Belanda”. Dialog diselenggarakan sebagai agenda kunjungan kerja Badan Kerja Sama Parlemen Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (BKSP DPD RI) di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur pada hari ini, Kamis (22/9/2022) lalu.

“Indonesia dan Belanda memiliki hubungan sejarah dan kemitraan ekonomi yang panjang. Hal ini menjadi keistimewaan yang dapat mendatangkan manfaat bagi kedua negara. Untuk itu, hubungan perdagangan ini perlu lebih ditingkatkan mengingat Belanda adalah anggota Uni Eropa. Kami berharap Belanda dapat menjadi pintu gerbang dan jembatan perdagangan Indonesia dengan negara Uni Eropa lainnya,” ujar Wamendag Jerry dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

BACA JUGA: GAPKI Dorong Komite Perempuan Di Perusahaan Sawit, Bentuk Kesetaraan Gender

Wamendag Jerry mengungkapkan, Kalimantan Timur menempati posisi terbesar ke-8 sebagai eksportir nonmigas Indonesia ke Belanda. Nilai ekspor nonmigas Kalimantan Timur ke Belanda pada Januari–Juli 2022 mencapai USD 135,8 juta atau naik 68,5 persen (YoY).

Wamendag Jerry juga memberikan apresiasi kepada BKSP DPD RI yang telah menyelenggarakan dialog. Kementerian Perdagangan mengharapkan forum ini dapat mendorong upaya Kalimantan Timur menjadi bagian penting dari rantai nilai global Indonesia.

“Untuk mengoptimalisasikan kemitraan perdagangan Indonesia dan Belanda, tentu pemerintah membutuhkan kerja sama dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dukungan DPD dan para pemangku kepentingan di wilayah Kalimantan Timur,” tutur Wamendag Jerry.

BACA JUGA: Potensi Pertumbuhan Pasar Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia

Jerry menambahkan, salah satu agenda yang diusulkan Indonesia pada presidensi G20 2022 adalah rantai nilai global. Agenda tersebut membahas upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui partisipasi peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sektor industri di Indonesia pada jaringan rantai nilai global. Selain itu, membahas pentingnya mengembangkan rantai nilai global yang berkelanjutan. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.