Survei PPKS, Petani Sawit Masih Terjebak Gunakan Bibit Sawit tak Bersertifikat Alias Palsu

oleh -2811 Dilihat
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi bibit sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk survei Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mencatat para petani kelapa sawit masih kerap terjebak dengan keberadaan bibit sawit palsu. Ada sejumlah alasan yang membuat mereka terjebak, diantaranya 37 persen menjadi korban penipuan, 14 persen tergiur harga murah, 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih yang legal.

Selain itu, 12 persen di antara petani terjebak penggunaan bibit palsu karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi, 10 persen tidak mengetahui lokasi pembelian benih legal, serta 4 persen petani menyatakan akibat jarak tempuh dari lahan sawit ke produsen benih legal yang cukup jauh.


Untuk itu, diungkapkan EVP Plasma PTPN V, Arief Subhan, sesuai arahan CEO PTPN V, Jatmiko Santosa, PTPN V pun membuka tujuh sentra pembibitan sawit yang diperuntukkan khusus kepada para petani swadaya, diantaranya Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu, Tandun dan Sei Rokan Kabupaten Rokan Hulu, Kota Dumai, dan Sei Pagar Kabupaten Kampar.

BACA JUGA:  PTPN V Bakal Sediakan 400 Ribu Bibit Sawit Unggul untuk Petani

“Guna mengatasi kendala-kendala itu, atas arahan Pak Jatmiko, sejak awal 2021 dan untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan berdiri, kita putuskan melepas bibit unggul yang selama ini hanya dipergunakan di kebun inti dan kebun plasma perusahaan, untuk juga dijual secara online kepada petani swadaya non plasma,” tutur Arief, dalam keterangan tertulisnya diperoleh InfoSAWIT, belum lama ini.

Lebih lanjut kata Arief, pada 2022 ini program bibit sawit unggul PTPN V akan menyiapkan sedikitnya 400.000 bibit yang diperuntukkan khusus kepada para petani plasma dan swadaya. Tercatat, jumlah bibit sawit itu menurun dibandingkan dengan pertama kali program diluncurkan yang mencapai 1,1 juta bibit. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi tentang industri sawit, Silakan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)