KGSI Lakukan Pengembangan Bibit Sawit Anti Ganoderma

oleh -569 Dilihat
infosawit
Dok. Istimewa/InfoSAWIT

InfoSAWIT, JAKARTA –  Para peneliti bibit sawit terus berupaya dalam meningkatkan ketahanan sawit terhadap beragam penyakit, salah satunya panyakit ganoderma yang telah menjadi bahaya laten bagi perkebunan kelapa sawit nasional.

Sebab itu, Konsorsium Genom Sawit Indonesia (KGSI), yang terdiri dari lima perusahaan sawit yakni PT Astra Agro Lestari Tbk., PT Binasawit Makmur (PT Sampoerna Agro Tbk),  Panca Surya Garden (PT Surya Dumai), PT London Sumatra Indonesia Tbk., dan  PT Timbang Deli Indonesia (Verdant Bioscience) dibentuk untuk mencegah penyebaran ganoderma via bibit sawit yang tahan penyakit tersebut.

Sebab itu para peneliti bibit sawit dari lima perusahaan tersebut pada 28-29 Juni 2022 lalu bertemu di Bah Lias Research Station, Bandar-Simalungun, Sumatra Utara, untuk melakukan kerjasama penelitian.

BACA JUGA: Prof Tien, Sang Srikandi Pemegang Tiga Hak Paten Kelapa Sawit

Diungkapkan Direktur PT Sampoerna Agro Tbk., Dwi Asmono, pembentukan KGSI merupakan langkah kerjasama dalam pengembangan dan implementasi bioteknologi di sektor sawit.

“Pada tahap pertama, 2022-2024, akan memberi fokus pada riset Genome Wide Association Studies (GWAS) dalam mengidentifikasi lokus genetik yang berasosiasi dengan ketahanan terhadap Ganoderma,” ungkapnya dikutip InfoSAWIT, dalam laman facebook pribadinya.

BACA JUGA: Karel Sampe Pajung: Pembangkit Listrik Bioenergi Berpeluang Dikembangkan

Lebih lanjut tutur Dwi Asmono yang juga sekaligus sebagai Consortium Board KGSI, dirinya merasa bangga dengan para peneliti-peneliti muda yang progresif yang percaya diri untuk menyangga competitivess industri sawit Indonesia dari sisi teknologi. “Juga semangat untuk berkolaborasi, kendati ada sisi kompetisi,” tandas Dwi. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.