Musim Mas Raih Mahayuga Award 2026 sebagai Pelopor Industri Hijau

oleh -175 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Penghargaan Mahayuga Award 2026 diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat (kanan), didampingi Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah (kiri), kepada Direktur Utama Musim Mas, Gunawan Siregar (tengah).

InfoSAWIT, JAKARTA – Musim Mas, perusahaan kelapa sawit terintegrasi berbasis di Indonesia, meraih Mahayuga Award 2026 dari Garuda TV dalam kategori Pelopor Industri Hijau. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam membangun pertumbuhan industri yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, didampingi Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah, kepada Direktur Utama Musim Mas, Gunawan Siregar.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian acara Mahayuga yang diselenggarakan Garuda TV pada Minggu (9/8/2026).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Kamis (20/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Menguat

Bagi Musim Mas, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi atas berbagai langkah yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat transformasi menuju industri yang lebih bertanggung jawab.

“Kami menerima penghargaan ini dengan rasa syukur. Bagi kami, penghargaan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan dorongan untuk terus belajar, berinovasi, dan berkelanjutan,” ujar Gunawan Siregar dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan menjadi bagian penting dari arah pengembangan usaha Musim Mas dalam jangka panjang.

BACA JUGA: Cegah Kekerasan Seksual, Komite Gender di Perusahaan Sawit Didorong Diperkuat

 

Musim Mas Dorong Industri Sawit Lebih Bertanggung Jawab

Musim Mas terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang mencakup praktik produksi, upaya pengurangan emisi, perlindungan lingkungan, hingga pemberdayaan pekebun dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dalam perjalanan keberlanjutannya, Musim Mas tercatat sebagai perusahaan kelapa sawit pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Selain itu, perusahaan juga menjadi salah satu pelaku industri sawit yang target pengurangan emisinya telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi).

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode I Agustus 2026 Tertinggi Rp3.761,22/Kg, Ini Daftar Plasma dan Swadaya

Komitmen tersebut diperkuat melalui pengembangan fasilitas penangkapan metana (methane capture) dan pemanfaatan biogas di sejumlah wilayah operasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus menekan emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional.

Upaya pengelolaan perubahan iklim dan transparansi lingkungan tersebut juga mendapat pengakuan melalui pencapaian CDP A List selama tiga tahun berturut-turut.

Tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan di tingkat perusahaan, Musim Mas juga terus memperkuat keterlibatan pekebun swadaya dalam rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 19-25 Agustus 2026 Turun Rp40,50/Kg, Umur 9 Tahun Rp3.834,39/Kg

Berbagai program dijalankan melalui pelatihan, pendampingan penerapan praktik pertanian yang lebih baik, peningkatan produktivitas, hingga penguatan sistem keterlacakan rantai pasok.

Program tersebut diarahkan untuk membantu pekebun meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan usaha, sekaligus mendorong penerapan praktik perkebunan yang lebih bertanggung jawab.

Bagi industri kelapa sawit, penguatan kapasitas pekebun menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rantai pasok yang inklusif. Keterlibatan seluruh pelaku, mulai dari perusahaan, pekebun hingga pemangku kepentingan lainnya, dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan sektor sawit Indonesia.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com