BPDP, Ditjenbun dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Kelapa Sawit di Mamuju, Sulawesi Barat.

oleh -138 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT

InfoSAWIT, MAMUJU – Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci untuk mendorong produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit yang digelar di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada 6–12 September 2026.

Program ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan, dengan menggandeng PT Citra Widya Education (PT CWE) sebagai mitra pelaksana. Kegiatan tersebut turut melibatkan PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL).

Sebanyak 133 petani kelapa sawit dari Kabupaten Mamuju mengikuti pelatihan selama tujuh hari tersebut. Peserta terbagi dalam dua program, yakni pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang diikuti 98 peserta dalam tiga kelas serta pelatihan teknis panen dan pascapanen dengan 35 peserta dalam satu kelas.

BACA JUGA: Lidi Sawit Sumut Tembus Pasar China, India, dan Pakistan, UMKM Perlu Perhatikan Spesifikasi Ekspor

Direktur Utama PT CWE, Ir. Stefanus Nugroho Kristono, MT, mengikuti pembukaan secara virtual karena terkendala erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam sambutannya, ia mengatakan pelatihan dirancang untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, kemandirian, serta kemampuan manajerial petani.

Menurutnya, penguatan kompetensi diperlukan karena masih terdapat berbagai persoalan teknis di lapangan, terutama berkaitan dengan budidaya, panen, dan penanganan pascapanen.

“Program ini diselenggarakan karena masih banyaknya persoalan dan kendala teknis terkait budidaya, panen, dan pascapanen di lapangan. Kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas serta menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih berkualitas, sehingga turut meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Nugroho, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (18/9/2026).

BACA JUGA: Sekitar 200 Calon Penerima Beasiswa SDM Sawit Dikabarkan Batal, Alumni Desak BPDP Beri Kepastian

Materi diberikan melalui pemaparan dan diskusi di kelas dengan pendampingan peserta oleh PT Manakarra Unggul Lestari. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program tersebut diarahkan untuk menekan kehilangan hasil atau losses pada saat panen dan mempertahankan mutu TBS hingga diterima pabrik kelapa sawit.

 

Sawit Jadi Bagian Penting Ekonomi Sulawesi Barat

Penguatan kapasitas petani menjadi relevan dengan posisi kelapa sawit dalam perekonomian Sulawesi Barat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada 2025 tercatat 5,36 persen.

Sektor pertanian disebut menyumbang lebih dari 47 persen terhadap perekonomian provinsi, sementara subsektor perkebunan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap sektor pertanian.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode III September 2026 Naik Rp15,06 per Kg

Adapun luas perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat diperkirakan mencapai 146.000 hektare, dengan produksi sekitar 241.000 ton per tahun. Di sisi lain, tingkat kemiskinan di provinsi tersebut masih berada pada angka 10,18 persen.

Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas sumber daya manusia petani menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat manfaat ekonomi komoditas sawit bagi masyarakat.

Mewakili Gubernur Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Ir. Juanda Maulana, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai peningkatan keterampilan teknis dapat berpengaruh terhadap produktivitas sekaligus kualitas komoditas yang dihasilkan petani.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw pada Kamis (17/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

“Semakin kita memiliki keterampilan teknis dan pengetahuan yang cukup, maka akan berdampak pada produksi kita, termasuk kualitas komoditas yang kita pasarkan, sehingga nilai pasarnya bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Juanda juga mendorong peserta tidak berhenti pada pembelajaran selama pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika kembali ke kebun, disertai pendampingan dan evaluasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Andi Iwan Sumantri yang mewakili Bupati Mamuju menyebut kelapa sawit sebagai salah satu sektor perkebunan utama yang menopang perekonomian Kabupaten Mamuju. Menurutnya, keberhasilan sektor tersebut tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia, khususnya petani sebagai pelaku utama di lapangan.

BACA JUGA: Cargill Soroti Tren Konsumen Indonesia terhadap Bahan Makanan di Fi Asia 2026

Pemerintah Kabupaten Mamuju pun menyampaikan apresiasi kepada PT CWE, BPDP, dan Ditjenbun Kementerian Pertanian atas kolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata kepedulian negara dalam meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi,” katanya.

Ia meminta peserta memanfaatkan pelatihan dengan menyerap materi teori maupun praktik, sekaligus aktif bertukar pengalaman dengan narasumber.

BACA JUGA: HIP Biodiesel September 2026 Naik Jadi Rp15.025 per Liter

Melalui pelatihan tersebut, para penyelenggara berharap peningkatan kompetensi petani dapat berlanjut pada praktik pengelolaan kebun yang lebih baik, pengurangan kehilangan hasil panen, peningkatan mutu TBS, serta penguatan daya saing perkebunan kelapa sawit rakyat di Sulawesi Barat. (T2)

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com