Lidi Sawit Sumut Tembus Pasar China, India, dan Pakistan, UMKM Perlu Perhatikan Spesifikasi Ekspor

oleh -383 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Di Sumatera Utara, lidi sawit yang diolah dari pelepah telah menembus pasar ekspor, antara lain China, India, dan Pakistan.

InfoSAWIT, MEDAN – Pelepah kelapa sawit yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah perkebunan ternyata memiliki peluang ekonomi hingga pasar internasional. Di Sumatera Utara, lidi sawit yang diolah dari pelepah telah menembus pasar ekspor, antara lain China, India, dan Pakistan.

Dilansir InfoSAWIT dari Barantin, Jumat (18/9/2026), peluang tersebut menjadi salah satu topik dalam Webseries Go Ekspor Barantin #10 bertajuk “Lidi Sumut Tembus Pasar Dunia” yang digelar Karantina Sumatera Utara, Rabu (16/9/2026).

CEO dan Founder PT Arra Setya Abadi, Ilham Setiadi, mengatakan ekspor lidi sawit tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku. Setiap negara tujuan memiliki persyaratan dan spesifikasi berbeda sehingga eksportir harus mampu menyesuaikan produknya dengan permintaan pembeli.

BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Agustus 2026 Naik 7 Persen, Tembus Level Tertinggi Enam Bulan

Ilham menuturkan, ketertarikannya mengembangkan bisnis lidi bermula dari riset untuk menemukan komoditas yang bahan bakunya tersedia melimpah sekaligus relatif mudah dikembangkan oleh pelaku UMKM.

Sebelumnya, PT Arra Setya Abadi telah mengembangkan sejumlah produk berbasis kelapa dan turunannya, seperti fiber, arang, kopra hingga cocovit. Namun, sebagian produk tersebut membutuhkan modal lebih besar serta proses produksi yang relatif panjang.

Dari riset tersebut, lidi sawit kemudian dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan. Bahan bakunya tersedia di sejumlah sentra perkebunan, termasuk Sumatera Utara, Aceh dan Riau. Selain itu, keberadaan pelabuhan di Sumatera Utara menjadi salah satu pendukung kegiatan pengiriman komoditas ke pasar luar negeri.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Rabu (16/9), Impor Minyak Sawit India Meningkat

Bisnis lidi sawit tersebut mulai dikembangkan Ilham sejak 2023.

 

Lidi Sawit Harus Dikeringkan Sebelum Ekspor

Proses pengolahan lidi dimulai dari pelepah sawit. Daun dipisahkan dari bagian batang menggunakan pisau serut atau peralatan yang umum digunakan masyarakat.

Setelah proses penyerutan, lidi kemudian diikat dengan berat sekitar 200–300 gram. Ikatan tersebut selanjutnya dibuka dan disusun menyerupai kipas untuk dijemur di bawah sinar matahari langsung selama dua hingga tiga hari.

BACA JUGA: DPPPA Kutai Timur Dorong Perusahaan Sawit Terapkan Kerja Layak Responsif Gender

Tahap pengeringan menjadi bagian penting karena lidi akan menempuh perjalanan cukup lama sebelum sampai ke negara tujuan. Berdasarkan pengalaman Ilham, pengiriman menuju China dapat memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Sementara pengiriman ke India dan Pakistan bisa mencapai dua hingga tiga minggu, bahkan hingga sekitar satu bulan.

Lidi yang belum cukup kering berpotensi mengalami persoalan selama perjalanan. Kondisi lembap dapat memicu pertumbuhan jamur, perubahan warna menjadi hitam hingga membuat lidi mengalami pelapukan.

Kondisi tersebut bukan hanya memengaruhi mutu produk, tetapi juga dapat berdampak terhadap nilai pembayaran yang diterima eksportir apabila barang tidak memenuhi ketentuan pembeli.

BACA JUGA: Agrinas Palma dan Universitas Cenderawasih Kerja Sama Dukung Pengembangan Perkebunan dan Pangan di Papua Selatan

Karena itu, tingkat kekeringan menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan sebelum lidi dikemas dan dikirim.

 

Spesifikasi Lidi Berbeda di Setiap Negara

Setelah proses pengeringan selesai, lidi kembali melalui tahapan penyortiran. Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran, warna, kondisi pangkal serta spesifikasi yang ditetapkan pembeli.

Untuk pasar Pakistan, misalnya, lidi sawit reguler memiliki panjang sekitar 110–120 sentimeter dengan warna cokelat kekuningan. Tingkat kekeringannya sekitar 90 persen dan bagian bonggol atau pangkal lidi masih dipertahankan.

BACA JUGA: Harga CPO Diproyeksi Tetap Kuat, Risiko El Niño Jadi Penopang hingga 2027

Sementara itu, pasar China memiliki kebutuhan yang berbeda. Menurut Ilham, pembeli di negara tersebut menerima beberapa bentuk lidi, termasuk kombinasi potongan runcing dan rata serta lidi dengan bagian pangkal yang dipotong rata dan rapi.

Panjang lidi untuk pasar China mulai sekitar 90 sentimeter, dengan warna cerah kuning kecokelatan dan tingkat kekeringan sekitar 90 persen.

Lidi yang telah memenuhi spesifikasi kemudian dikemas menggunakan karung dengan kapasitas sekitar 30 kilogram atau 50 kilogram. Produk disusun merata, diikat menggunakan alat bantu, lalu dimasukkan ke dalam karung dan dijahit hingga rapat.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com