EUDR Berlaku, Sawit Malaysia Hadapi Peluang Premium hingga Risiko Tersisih dari Pasar Eropa

oleh -158 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Bulking storage CPO.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) mulai 30 Desember tahun ini membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi industri kelapa sawit Malaysia. Di tengah pasar Uni Eropa yang semakin kecil, tuntutan terhadap ketertelusuran produk berpotensi menguntungkan perusahaan yang mampu memenuhi standar keberlanjutan, tetapi menekan produsen yang belum memiliki sistem pelacakan memadai.

Dilansir InfoSAWIT dari UOB Kay Hian (UOBKH) Research, Senin (14/9/2026), Malaysia dinilai memiliki posisi yang relatif strategis menghadapi penerapan regulasi tersebut. Salah satu faktor pendukungnya adalah skema sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) yang disebut sebagai satu-satunya skema nasional yang secara formal telah diakui Uni Eropa.

Pengakuan tersebut berpotensi menjadi keunggulan bagi perusahaan perkebunan Malaysia untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pangsa pasar sawit di Eropa. Peluang terutama terbuka pada sektor pangan dan oleokimia yang semakin membutuhkan bukti ketertelusuran dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.

BACA JUGA: PTPN IV PalmCo Perkuat Kemitraan Petani Sawit, Dorong Percepatan PSR dan Produktivitas

Namun, keuntungan tersebut datang bersamaan dengan konsekuensi kepatuhan yang lebih besar.

 

Sawit Malaysia Masih Berstatus Risiko Standar

UOBKH Research mencatat Malaysia masih berada dalam klasifikasi “standard risk” dalam kerangka EUDR. Status tersebut membuat komoditas asal Malaysia dikenai pemeriksaan kepatuhan tahunan sebesar 3 persen.

Kondisi ini menimbulkan tambahan biaya dan pengawasan dibandingkan negara yang memperoleh status “low risk”. Bagi pelaku usaha sawit, kemampuan memenuhi persyaratan ketertelusuran menjadi semakin penting untuk menjaga kelancaran akses pasar.

BACA JUGA: SPKS Khawatir Kebijakan Ekspor Sawit Satu Pintu Tekan Harga TBS Petani

Di sisi lain, pasar sawit Uni Eropa sendiri telah mengalami penyusutan. Impor minyak sawit EU tercatat sekitar 2,85 juta ton pada 2025/2026, turun 5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi kebijakan pengecualian sawit dari sektor bahan bakar nabati, bukan semata-mata akibat penerapan EUDR.

Dengan pasar yang semakin terbatas tetapi pengawasannya semakin ketat, minyak sawit Malaysia yang memenuhi persyaratan ketertelusuran berpeluang memperoleh premi harga.

BACA JUGA: Inpres 11/2026 Perketat Larangan Buka Lahan dengan Membakar, Masyarakat Tak Bisa Berlindung di Balik Kearifan Lokal

 

Perusahaan Besar Dinilai Lebih Siap

Situasi tersebut diperkirakan memberikan keuntungan lebih besar kepada perusahaan perkebunan yang telah memiliki sistem produksi dan rantai pasok terintegrasi.

Perusahaan besar seperti SD Guthrie Berhad, Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK), dan IOI Corporation Berhad dinilai memiliki posisi lebih baik untuk memenuhi berbagai persyaratan EUDR.

UOBKH Research menilai perusahaan perkebunan terintegrasi dengan kemampuan ketertelusuran yang kuat akan lebih mudah menyerap tuntutan kepatuhan. Sebaliknya, produsen kecil yang memiliki sistem ketertelusuran terbatas berpotensi menghadapi kesulitan lebih besar untuk mempertahankan akses ke pasar Eropa.

BACA JUGA: Menteri PPPA: Pedoman Gender di Sektor Sawit Bukan untuk Persulit Perusahaan

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengubah struktur persaingan industri sawit Malaysia. Pasokan yang mampu memenuhi standar keberlanjutan berpeluang mendapatkan akses pasar dan premi lebih baik, sementara pasokan yang tidak memenuhi ketentuan berisiko semakin terdesak.

 

Sistem Ketertelusuran Jadi Kunci

Malaysia kini mengandalkan National Traceability System sebagai bagian penting dari strategi menghadapi tuntutan pasar global.

Sistem tersebut mengintegrasikan e-MSPO, GeoSAWIT, dan SIMS untuk memperkuat kemampuan negara dalam melacak rantai pasok sawit. Menurut UOBKH Research, penguatan sistem ketertelusuran tersebut menjadi salah satu fondasi bagi Malaysia untuk mengejar status risiko yang lebih rendah di masa mendatang.

BACA JUGA: Inpres Karhutla Disorot, Sawit Watch Nilai Perlindungan Buruh Sawit Terabaikan

Dampaknya juga berpotensi melampaui pasar Eropa.

Standar verifikasi yang semakin ketat dapat diadopsi oleh pembeli sawit di sejumlah pasar Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan China. Jika tren tersebut berkembang, produk sawit Malaysia yang telah memenuhi persyaratan ketertelusuran dapat memperoleh premi pasar yang lebih luas.

Sebaliknya, pasokan yang tidak memenuhi standar, terutama dari kalangan pekebun kecil, berisiko kehilangan daya saing.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com