Sawit Jadi Solusi Perubahan Iklim Dunia, Lestari Capital Salurkan Pendanaan US$ 1 Milyar.

oleh -4.738 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Diskusi Lestari Capital di Hotel Shangri-La, Kuala Lumpur

InfoSAWIT, KUALA LUMPURMelakukan konservasi dan restorasi hutan, bukanlah pekerjaan mudah. Lantaran dibutuhkan biaya besar dan keseriusan dalam pengelolaannya. Guna membantu konservasi dan restorasi hutan tropis di Indonesia, maka inisiatif dari Lestari Capital bisa menjadi salah satu solusi bagi industri sawit, yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Lestari Capital merupakan perusahaan rintisan (start-up) yang berdiri pada tahun 2017, bergerak dalam bidang penghimpunan dan penyaluran dana konservasi dan restorasi hutan melalui model bisnis pembayaran berbasis kinerja untuk membantu pemenuhan target lingkungan hidup dan iklim perusahaan. Lestari Capital memiliki tiga produk, yaitu Solutions, Collectives, dan Climate. Setiap produk ini memiliki sub-produknya lagi. Rimba Collective misalnya merupakan sub-produk dari Collectives.

Baru-baru ini, Lestari Capital melakukan publik ekspose di Kuala Lumpur yang dihadiri InfoSAWIT. Dalam publik ekspose itu menurut Founder dan CEO Lestari Capital, Michal Zrust, ide Rimba Collective sudah ada sejak 2019, dan masih dalam tataran ide, Rimba Collective kemudian diluncurkan pada bulan April 2021. Sejak tahun 2022, Rimba Collective sudah bukan lagi sekadar ide tapi sudah diimplementasikan di tiga proyek.

BACA JUGA: RSPO Indonesia Mendorong Regenerasi Berkelanjutan

Imbuhnya, Rimba Collective sendiri, bertujuan guna melindungi dan merestorasi lanskap hutan dan mendukung penghidupan masyarakat yang berkelanjutan di sekitar hutan, melalui pendanaan konservasi dan restorasi hutan yang terintegrasi dengan pembiayaan rantai pasok komoditas.

Lantaran, sejak tahun 2022, Rimba Collective memiliki target untuk memobilisasi pendanaan jangka panjang sebesar 1 (satu) Milyar US$, guna membantu upaya perlindungan dan restorasi hutan seluas 500.000 hektar dan meningkatkan taraf hidup 32.000 masyarakat yang tinggal di sekitar hutan di Asia Tenggara selama 30 tahun.

“Mekanisme Rimba Collective dan pendanaan tahun pertamanya dibantu oleh empat Founding Partners (FP), yaitu P&G, PepsiCo, Unilever, dan Nestle, ” ujar Michal Zrust menjelaskan pada diskusi panel yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Kuala Lumpur, Malaysia belum ini.

BACA JUGA: RSPO Didorong Prioritaskan Pendekatan Yurisdiksi Untuk Minyak Sawit Berkelanjutan

Sebagai informasi, keberadaan Lestari Capital sendiri, sebagai pengelola Rimba Collective  yang mendukung aktivitas konservasi dan restorasi hutan. Kegiatan ini meliputi aktivitas pencarian, seleksi dan pemeriksaan proyek konservasi dan restorasi yang akan didanai, mengatur skema pembayaran berbasis kinerja, dan memastikan mekanisme Rimba Collective berjalan secara efisien dan transparan. (T1)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com