INSTIPER Yogyakarta Gelar Uji Kompetensi Mahasiswa Beasiswa Sawit, Siapkan Asisten Kebun Profesional

oleh -1.924 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Sebanyak 56 mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS angkatan pertama di Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta mengikuti uji kompetensi okupasi asisten kebun kelapa sawit.

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Sebanyak 56 mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS angkatan pertama di Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta mengikuti uji kompetensi okupasi asisten kebun kelapa sawit sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja di sektor perkebunan.

Dilansir InfoSAWIT dari keterangan resmi, pada Rabu (15 April 2026), uji kompetensi tersebut dilaksanakan oleh LSP PHI (Lembaga Sertifikasi Profesi Perkebunan dan Hortikultura Indonesia) melalui rangkaian tes tertulis hingga uji instruksi terstruktur. Mahasiswa yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai asisten kebun.

Uji kompetensi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan, pengetahuan, serta sikap kerja peserta sesuai standar industri perkebunan. Sertifikasi tersebut menjadi indikator bahwa lulusan memiliki kapasitas untuk mengelola afdeling atau unit kebun secara profesional dan efisien.

BACA JUGA: Wilmar Catat Laba Inti US$1,28 Miliar, Kinerja 2025 Terdampak Tantangan Global

Pelaksanaan uji kompetensi berlangsung selama dua hari di kampus INSTIPER Yogyakarta dengan menghadirkan tiga asesor, yakni Andi Yusuf Akbar, Ir. Heri Moerdiono, dan Dr. Ir. Lili Dahliani.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dari sistem pendidikan bagi mahasiswa penerima beasiswa SDM PKS yang didukung oleh BPDP.

“Selama menempuh pendidikan di INSTIPER, mahasiswa telah dibekali melalui perkuliahan, praktikum, praktik lapangan, hingga kegiatan magang dan ko-kurikuler. Sertifikat kompetensi ini menjadi bukti bahwa mereka benar-benar menguasai bidang perkebunan,” ujarnya.

BACA JUGA: Stok Minyak Sawit Malaysia Diproyeksi Turun, Permintaan Global dan B50 Jadi Pendorong Harga

Ia menambahkan bahwa sertifikat kompetensi tersebut akan menjadi pendamping ijazah sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, Harsawardana juga mendorong para mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan perkebunan nasional setelah lulus, baik melalui penguatan perkebunan rakyat maupun bekerja secara profesional di perusahaan.

Mahasiswa peserta uji kompetensi diketahui telah menyelesaikan tugas akhir, mengikuti yudisium, dan dijadwalkan menjalani wisuda pada Mei 2026. Dengan demikian, saat lulus nanti mereka tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi sebagai asisten kebun. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com