ITP2I Meminta KAN Cabut Sertifikat ISPO Asian Agri

oleh -11207 Dilihat
infosawit
Dok. ITP2I

InfoSAWIT, JAKARTA – Pusat Studi lingkungan Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) mendatangi Komite Akreditasi Nasional (KAN ) sekaligus menyampaikan laporan serta meminta KAN mencabut sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) PT Asian Agri, pada  Senin (16/1/2023) di Jakarta.

Diungkapkan, Ketua Pusat Studi lingkungan Perkebunan kampus ITP2I, Taufik, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam upaya mewujudkan pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan dengan penerbitan sertifikat ISPO.

Hanya tutur Taufik, dengan adanya sertifikasi ISPO ini tidak semerta merta membuat perkebunan kelapa sawit kebal terhadap aturan, apalagi masyarakat  yang di daerah sekitar kebun sawit bakal langsung merasakan dampaknya akibat tidak lagi sesuai dengan amanah sertifikasi ISPO.

BACA JUGA: 3.800 Ton Bungkil Sawit Di Eskpor ke Thailand

“Sebab itu perlu ada evaluasi terhadap ISPO yang mereka miliki, jadi kami datang ke kantor KAN ini meminta agar lembaga pemberi Sertifikasi untuk mencabut sertifikat ISPO PT Asian Agri karena kita di pusat studi lingkungan perkebunan ITP21 sudah mengkaji secara akademik tentang hal ini,” katanya seperti dikutip InfoSAWIT dari  laman resmi ITP2I, Selasa (17/1/2023).

Bahkan kabarnya ITP2I akan juga terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk meminta pencabutan Sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sementara, Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi Fajarina Budiantari mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan berjanji paling lambat 10 hari, atau secepatnya akan memproses pencabutan Sertifikasi ISPO PT Asian Agri, bila terbukti melakukan pelanggaran dari ketentuan sertifikasi ISPO.

BACA JUGA: Bupati Sijunjung Resmikan Pabrik Sawit PT SMP, Berharap Banyak Serap Tenaga Kerja

Fajarina menambahkan, dirinya memastikan bila perusahaan terbukti melanggar ketentuan yang berlaku maka sertifikasi ISPO mereka akan dicabut.  “Ini patut disayangkan lantaran akan mempengaruhi produksi dan produktivitas perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut, Insyaallah kita maksimalkan,” katanya.

Sementara, manajemen Asian Agri memberikan klarifikasi kepada InfoSAWIT, pada Rabu (18/1/2023), dalam surat yang disampaikan menajemen Asian Agri mencatat bahwa, berdasarkan Peraturan Presiden No 44 tahun 2020 mengenai Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia Pasal 16 ayat 1, bahwa Menteri merupakan pihak yang dapat memberikan sanksi Pencabutan Sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terhadap Usaha Perkebunan Kelapa Sawit yang tidak memenuhi Prinsip dan Kriteria ISPO.

Tercatat Asian Agri telah memiliki sertifikat ISPO No. SGS-ID-ISPO-0033 yang dikeluarkan oleh lembaga PT SGS Indonesia (PT SGS) pada tanggal 22 Maret 2019 dengan masa berlaku hingga 21 Maret 2024 mendatang.

BACA JUGA: Berikut 5 Provinsi Dengan Produksi CPO Tertinggi di Indonesia

Lantas pada tanggal 5 Desember 2022, terdapat Surat Permohonan Klarifikasi Pengaduan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) No 20/4.c4/PPB/1/2023 perihal dugaan pelanggaran terhadap Prinsip dan Kriteria ISPO, terkait dugaan Pembangunan Perkebunan kelapa sawit didalam Kawasan Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK) dan Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) yang berlokasi di Riau.

Selanjutnya pada 9 Januari 2023, melalui tim verifikasi, PT SGS telah mengeluarkan Laporan Verifikasi atas nama PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) yang berlokasi di Riau.  Dari hasil verifikasi terhadap laporan pelaksanaan penilaian Prinsip dan Kriteria ISPO Penilikan ke-3 PT IIS oleh PT SGS tertanggal 10-12 Maret 2022, bahwa PT IIS telah memiliki legalitas areal yang telah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“PT SGS menyatakan bahwa untuk memastikan kebenaran legalitas yang dimiliki oleh PT IIS telah dilakukan wawancara terhadap para pemangku kepentingan, yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Palalawan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Palalawan dan Kepala Seksi Hubungan Hukum,” demikian catat manajemen Asian Agri dalam suratnya.

BACA JUGA: 50 Petani Sawit Swadaya Aceh Utara Ikut Diklat Pengolahan Kelapa Sawit

Lebih lanjut manajemen Asian Agri memastikan, bahwa kedua perusahaan selalu tunduk pada hukum dan peraturan pemerintah yang berlaku, terutama dalam pemenuhan Prinsip dan Kriteria sertifikasi ISPO. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.