RSPO Tegaskan Komitmen untuk Mengembangkan Industri Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia

oleh -8.095 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/RSPO Tegaskan Komitmen untuk Mengembangkan Industri Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia.

“Baik itu peningkatan sertifikasi di kalangan petani kecil dan pabrik atau peningkatan penyerapan lokal, remediasi, dan bahkan konservasi, kami melihat kemajuan yang menggembirakan, dan hal ini bergantung pada kekuatan kolaborasi,” katanya.

 

Konservasi Melalui Sertifikasi RSPO

Pada tahun 2022, 362.000 hektar hutan dan kawasan yang dinilai perlu untuk konservasi telah dilindungi secara global melalui standar, sistem dan prosedur RSPO, yang luasnya hampir enam kali luas DKI Jakarta. Indonesia mereprentasikan proporsi terbesar kawasan konservasi ini, yaitu sebesar 150.000 hektar atau 40% dari total kawasan konservasi RSPO.

WWF, salah satu anggota pendiri RSPO, secara aktif mempromosikan produksi minyak sawit berkelanjutan melalui berbagai program dan proyek di beberapa lanskap prioritas konservasi di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah menghilangkan deforestasi dari rantai pasokan minyak sawit melalui inovasi serta kombinasi pendekatan lanskap dan yurisdiksi.

BACA JUGA: Strategi Antisipasi Kekeringan Dalam Produksi Kelapa Sawit

WWF juga terlibat dalam intervensi pasar dengan mendorong perusahaan-perusahaan hilir untuk menggunakan minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (CSPO). Inisiatif ini didorong oleh potensi pasar domestik Indonesia.

Berdasarkan survei WWF bersama Nielsen dan MarkPlus, kemauan konsumen (di kota-kota besar) untuk membeli produk komoditas berkelanjutan (seperti produk berbasis CSPO) meningkat dari 63% pada tahun 2017 menjadi 82% pada tahun 2020. Namun ketersediaan CSPO Produk berbasis CSPO yang ada di pasaran masih terbatas, hal ini juga disebabkan oleh terbatasnya jumlah pemasok CSPO.

Diungkapkan Angga Prathama Putra, WWF Indonesia Sustainable Palm Oil Project Leader, saat ini pihaknya telah berkolaborasi dengan 1.000 petani sawit guna penerapan praktik sawit berkelanjutan, dimana sebanyak 700 petani sawit telah berhasil memperoleh sertifikat RSPO, serta telah memetakan ketelusuran untuk 247 petani dengan produksi mencapai 1.402 ton CPO. “Kami juga sedang menerima anggota baru bagi petani sawit sebanyak 490 petani,” katanya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I-November 2023 Naik Rp 42,82/Kg, Cek Harganya..

Bahkan guna meninkatkan serapan CSPO,WWF juga telah menginisiasi dengan 46 pelaku bisnis, serta diantaranya 11 pelaku berkomitmen dalam meningkatkan produksi minyak sawit berkelanjutannya. “Serta telah mengajak 3 pabrik kelapa sawit dalam upaya mengajak konsumen dalam menggunakan produk minyak sawit berkelanjutan,” tandas Angga.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com