Kenaikan Harga Komoditas di Bangladesh Terus berlanjut, Khusus Gula dan Minyak Sawit

oleh -3.116 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, DHAKA – Dalam upaya untuk meringankan beban konsumen selama bulan Ramadhan mendatang, pemerintah Bangladesh baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah yang bertujuan untuk menurunkan harga dan meningkatkan pasokan komoditas penting. Namun, meskipun ada upaya-upaya ini, bantuan yang diharapkan belum terwujud di pasar.

Langkah-langkah tersebut, termasuk pengurangan pajak pertambahan nilai dan bea masuk atas barang-barang utama seperti minyak nabati, gula, kurma, dan beras, diumumkan pada tanggal 8 Februari. Sayangnya merujuk laporan dari berbagai pasar menggambarkan kenaikan harga yang terus-menerus, khususnya gula dan minyak sawit.

Misalnya di Khatunganj, pusat grosir utama di Chattogram, harga gula melonjak sebesar Tk 50 per maund (37,65 Kg), mencapai antara Tk 4.950 hingga Tk 5.000. Hal serupa juga terjadi pada harga minyak sawit yang mengalami peningkatan sebesar Tk 100 hanya dalam waktu satu minggu, dan kini mencapai Tk 4.950 per maund.

BACA JUGA: Impor Palm Olein Tiongkok Melonjak di 2023, Meski Sempat Melambat Pada Desember

Meskipun harga komoditas lain seperti minyak nabati dan kurma tetap stabil di beberapa wilayah tertentu, kunjungan ke Karwan Bazar di Dhaka mengungkapkan kenaikan harga kurma dan minyak sawit selama seminggu terakhir. Para pedagang mengaitkan peningkatan ini dengan meningkatnya biaya impor, sehingga memaksa pedagang grosir untuk menyesuaikan harga mereka.

Pengurangan bea masuk yang dilakukan pemerintah diperkirakan akan menurunkan harga, penundaan dalam penerapannya dan tantangan logistik telah menghambat dampak yang diinginkan. Pejabat bea cukai melaporkan lonjakan pengiriman produk setelah pengurangan bea masuk, namun perubahan pasar lambat terwujud.

Dikutip InfoSAWIT dari Asianews, meskipun ada pengurangan bea masuk, terdapat laporan tidak adanya impor beras dalam tiga bulan terakhir, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas langkah-langkah tersebut dalam mengatasi kekurangan pasokan.

BACA JUGA: Perusahaan Sawit dan Kakao Diduga Berkontribusi pada Deforestasi Hutan Amazon di Peru

Sementara itu, pengecer dan konsumen sama-sama mengungkapkan rasa frustrasinya atas kurangnya manfaat nyata dari inisiatif pemerintah. Meskipun ada niat untuk memberikan keringanan kepada masyarakat biasa, tampaknya pedagang dan importirlah yang mendapat manfaat dari pengurangan bea masuk tersebut.

Pengamat menyebutkan lemahnya penegakan hukum dan manipulasi pasar oleh pedagang yang tidak bermoral sebagai faktor penyebab kenaikan harga yang sedang berlangsung. Situasi ini menggarisbawahi perlunya tindakan penegakan hukum yang lebih ketat untuk memastikan bahwa manfaat kebijakan pemerintah dapat dirasakan oleh pihak-pihak yang paling membutuhkan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com