Karhutla Masih Mengintai, Menteri LH Ingatkan Pengusaha Sawit: “Empat Juta Hektare Jangan Sampai Lalai”

oleh -1.932 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

InfoSAWIT, SIAK – Sabtu pagi itu, langkah Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyusuri barisan pohon kelapa sawit terasa lebih dari sekadar kunjungan kerja. Di balik rimbun tanaman dan suara serangga, ada kecemasan yang terus membayang: ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum benar-benar padam.

Di Kabupaten Siak, Riau—salah satu lumbung sawit terbesar Indonesia—Hanif mendapati pemandangan yang ia harapkan jadi contoh. PT Kimia Tirta Utama, perusahaan perkebunan yang ia kunjungi, telah memenuhi standar kesiapsiagaan karhutla. Lengkap dengan sistem deteksi dini, pelatihan petugas, dan sarana pemadaman. Tapi apresiasi itu tak lantas membuatnya lunak.

“Kalau tidak lengkap, akan kami terbitkan sanksi paksaan pemerintah,” tegasnya dikutip InfoSAWIT dari Antara, Kamis (15/5/2025). Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Ini bukan lagi imbauan, ini sudah kewajiban.”

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Melonjak Pada Rabu (14/5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Menguat

Riau, kata Hanif, kini memegang predikat yang mengkhawatirkan: wilayah dengan indikasi karhutla terluas di Indonesia sepanjang Januari hingga April 2025, mencapai 600 hektare. Luas itu memang belum menciptakan kepanikan, tapi menjadi tanda serius: Riau tetap rawan terbakar.

“Kecil, tapi nomor satu,” ujar Hanif, menggambarkan ironi itu. Ia menggarisbawahi bahwa dari sekitar 4 juta hektare kebun sawit di Riau—hampir setengah dari wilayah provinsi—hanya sebagian yang tertata dengan baik.

Ia pun menegaskan pentingnya pelatihan komunitas sekitar. “Panggil masyarakat, latih mereka. Ini murah, tapi efeknya besar. Jangan tunggu api datang baru bergerak,” katanya. Menurutnya, masyarakat adalah garda terdepan yang selama ini belum cukup diberdayakan.

BACA JUGA: PMK 30/2025 Diterbitkan, Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Pungutan Ekspor Sawit yang Dikelola BPDP, Berikut Rinciannya

Kunjungan Hanif ke Siak bukan sekadar meninjau kesiapan sebuah perusahaan, tetapi pesan simbolik kepada seluruh pelaku industri sawit: keberhasilan menanggulangi karhutla tidak bisa digantungkan pada segelintir perusahaan saja. Harus ada sinergi luas—pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Dengan nada serius, Hanif menutup pesannya: “Kalau empat juta hektare ini tertata rapi, Insya Allah akan menekan kejadian karhutla. Tapi kalau lalai, satu percikan saja bisa jadi bencana.”

Kebun sawit boleh hijau, tapi di bawah tanah kering, bara masih bisa mengintai. Dan bagi Riau, setiap musim kemarau adalah ujian kesiapsiagaan yang tak bisa dianggap remeh. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com