BPKPD Sulbar Gelar Coaching Clinic Pajak Air Permukaan, Sasar Perusahaan Sawit

oleh -1614 Kali Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP), BPKPD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar coaching clinic.

InfoSAWIT, MAMUJU – Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP), Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar coaching clinic yang melibatkan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (15–16 Mei 2025), di ruang rapat Kepala BPKPD Sulbar, Mamuju.

Dipimpin langsung oleh Kepala BPKPD Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat internal seperti Sekretaris BPKPD Fahri Yusuf, Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan Faika Kadriana Ishak, dan Kepala Bidang Pendapatan Daerah Nuruddin Rahman. Selain itu, hadir pula tenaga ahli Gubernur Sulbar dari berbagai bidang, OPD teknis terkait, serta perwakilan perusahaan sawit yang menjadi subjek pajak.

Masriadi menekankan bahwa sektor perkebunan sawit merupakan salah satu pengguna air permukaan terbesar di Sulbar. Namun, belum semua perusahaan terdata dengan akurat atau dikenakan pajak sesuai dengan volume pemanfaatan airnya. “Sesuai arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, kami melakukan pendekatan persuasif dan edukatif. Coaching clinic ini menjadi wadah dialog untuk menjaring data dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” ujar Masriadi dikutip InfoSAWIT dari BPKPD Sulbar, Minggu (18/5/2025).

BACA JUGA: B50 Diterapkan 2026, Industri Biodiesel Siap Dongkrak Ketahanan Energi Nasional

Kegiatan tersebut membahas sejumlah isu krusial, mulai dari regulasi perpajakan daerah yang mengatur PAP, metode penghitungan volume penggunaan air, hingga kewajiban pelaporan perusahaan. Tak hanya itu, diskusi juga mencakup penerapan sistem informasi perpajakan yang transparan dan berbasis data digital.

Dialog terbuka antara pemerintah dan perusahaan sawit menjadi salah satu bagian penting dalam coaching clinic ini. Para pelaku usaha diberi ruang untuk menyampaikan kendala sekaligus menyusun rencana aksi bersama guna mencapai kesepahaman dan kepatuhan dalam pembayaran pajak.

Kehadiran tenaga ahli Gubernur Sulbar, termasuk di bidang ekonomi dan teknologi informasi, turut memperkuat landasan teknis dan strategis dalam optimalisasi pemungutan PAP. “Kami ingin mendorong pengelolaan pajak daerah yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” tegas Masriadi.

BACA JUGA: PMK 30/2025 Diterbitkan, Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Pungutan Ekspor Sawit yang Dikelola BPDP, Berikut Rinciannya

BPKPD Sulbar menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antar lembaga dan pelaku usaha demi meningkatkan kontribusi sektor PAP terhadap PAD. Optimalisasi potensi pajak dari perusahaan sawit diharapkan dapat mendukung pembiayaan pembangunan daerah secara lebih mandiri dan berkelanjutan. (T2)

 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com