Menteri P2MI Tinjau Langsung Kondisi PMI di Perkebunan Sawit Malaysia

oleh -2.555 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Menteri P2MI lakukan kunjungan ke lokasi kerja para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perkebunan kelapa sawit milik FGV Holding Berhad di Pahang, Malaysia.

InfoSAWIT, PAHANG — Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, melakukan kunjungan langsung ke lokasi kerja para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perkebunan kelapa sawit milik FGV Holding Berhad di Pahang, Malaysia, Jumat. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Karding menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan perlindungan hak-hak PMI di luar negeri.

Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah berdialog langsung dengan para pekerja. Dalam pertemuan dengan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Muttaqin, Menteri Karding menanyakan soal kesesuaian kondisi kerja dengan kontrak yang telah disepakati.

“Jadi sudah baca kontraknya? Tapi aman?” tanya Karding kepada Muttaqin dilansir InfoSAWIT dari Antara, Senin (26/5/2025).

BACA JUGA: Ultimatum di Tengah Kemarau: Pemerintah Ancam Sanksi Sawit Lalai Tangani Karhutla

Muttaqin menjawab bahwa ia bekerja sesuai dengan isi kontrak, dan selalu menyimpannya di rumah sebagai pegangan jika suatu saat dibutuhkan.

Menanggapi hal itu, Karding mengingatkan pentingnya melapor jika terjadi pelanggaran kontrak. Ia menyarankan para PMI untuk segera menyampaikan keluhan melalui jalur resmi.

“Kalau ada apa-apa, misalnya tidak sesuai kontrak, lapor ke supervisor sini atau langsung ke kedutaan atau ke kementerian,” tegasnya.

BACA JUGA: Proyek Miliaran Rupiah dari BPDP Bakal Mengalir ke Kapuas Hulu, Berikut 3 Kopresi yang Beruntung

Dari data yang dimiliki KemenP2MI, tercatat sekitar 18.000 PMI bekerja di berbagai kebun milik FGV Holding Berhad. Mayoritas dari mereka terlibat dalam proses produksi kelapa sawit, sektor yang menjadi salah satu tulang punggung ekspor Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Karding juga turut mencoba memanen buah sawit secara langsung. Ia mengakui bahwa pekerjaan tersebut tidak semudah yang dibayangkan dan memerlukan keterampilan khusus.

“Tadi saya sudah coba memanen, rupanya tidak mudah juga. Jadi butuh skill. Ini menegaskan bahwa dalam pekerjaan apapun, skill sangat penting,” ujarnya.

BACA JUGA: Komisi II DPR RI Awasi Tata Kelola Sawit di Kalbar, Desak Penyelesaian Konflik dan Optimalisasi Manfaat Ekonomi

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat perlindungan PMI serta membangun komunikasi yang lebih baik antara pekerja, perusahaan, dan lembaga perwakilan Indonesia di luar negeri. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com