BPDP Dorong Inovasi Sawit Berkelanjutan Lewat Riset Terapan Multisektor, Bisa diserap Industri Gratis

oleh -3.018 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar.

InfoSAWIT, BANDUNG Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat perannya dalam mendukung riset dan inovasi kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia. Kepala Divisi Program Pelayanan BPDP, Arfie Thahar, mengungkapkan bahwa lembaganya secara aktif membuka peluang pendanaan bagi penelitian-penelitian strategis di sektor sawit melalui seleksi proposal tahunan.

“Proposal riset diajukan dan melalui proses seleksi ketat. Biasanya pengajuan dilakukan di awal tahun, dan proses hingga penetapan bisa berlangsung hingga delapan bulan,” jelas Arfie dalam sebuah acara di Bandung dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini.

Riset-riset yang sedang berjalan saat ini merupakan hasil seleksi dari pengajuan proposal tahun 2024. Sementara itu, seleksi baru untuk pendanaan riset tahun 2026 tengah berlangsung pada 2025 ini.

BACA JUGA: BPDP Bersama Ditjenbun Kembali Gelar Pelatihan ISPO Komprehensif di Sumatera Utara

BPDP membagi fokus riset ke dalam tujuh bidang utama, yaitu, Energi, Material dan kimia (chemical), Pangan dan kesehatan, Budidaya (termasuk lahan dan tanah), Pascapanen, Lingkungan dan Sosial ekonomi dan teknologi informasi.

Di bidang energi, salah satu penelitian yang tengah didanai BPDP adalah pengembangan teknologi pengganti metanol sebagai katalis dalam proses produksi biodiesel. “Metanol selama ini masih diimpor dengan biaya tinggi. Kami mendanai penelitian untuk mencari alternatif katalis dari bahan lokal agar lebih efisien dan terjangkau,” ujar Arfie.

Sementara di bidang kesehatan, BPDP mendukung inovasi alat deteksi kandungan tertentu dalam produk sawit. Salah satu inovasi menarik dipamerkan oleh TCP, yakni alat pendeteksi kandungan berbasis teknologi sederhana yang aplikatif untuk industri.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Juli 2025 Naik Rp107,04 per Kg

Dalam bidang budidaya, fokus riset diarahkan pada pengembangan varietas kelapa sawit yang tahan terhadap cekaman kekeringan dan serangan penyakit. “Kami ingin menciptakan tanaman yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi lahan yang bervariasi,” tambahnya.

Kolaborasi antara peneliti dan industri menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi BPDP. Salah satu contoh konkret adalah riset pembuatan PVC stabilizer dari kelapa sawit yang sebelumnya menggunakan getah pinus impor. Penelitian tersebut melibatkan kerja sama dengan PT Timah sebagai mitra potensial industri pengguna.

“Sejak awal kami gandeng mitra industri untuk memastikan hasil riset bisa langsung diterapkan. Dana yang kami gelontorkan memang ditujukan untuk menghasilkan inovasi yang bisa digunakan, bukan hanya disimpan dalam bentuk makalah akademik,” tegas Arfie.

BACA JUGA: Kaltim Mantapkan Langkah Transformasi Ekonomi Hijau Lewat Sawit Berkelanjutan 

Menariknya, hasil-hasil penelitian yang didanai oleh BPDP dapat dimanfaatkan secara bebas oleh pelaku industri tanpa pungutan biaya. “Kami mendorong pemanfaatan seluas-luasnya. Jadi, silakan perusahaan menggunakan teknologi hasil riset ini secara gratis,” pungkas Arfie.

Melalui strategi ini, BPDP berharap dapat mempercepat transformasi sektor kelapa sawit Indonesia menjadi lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjembatani kesenjangan antara dunia penelitian dan kebutuhan industri di lapangan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com