Gelar Batik Nusantara 2025, Kemenperin Dorong Inovasi Batik untuk Gaet Generasi Z

oleh -2.941 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pembukaan acara Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta (30/7).

InfoSAWIT, JAKARTA — Batik Indonesia terus berevolusi, tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup modern yang ramah lingkungan. Dalam pembukaan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta (30/7), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan mengembangkan industri batik nasional agar semakin adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk dengan menghadirkan inovasi batik sawit.

Batik sawit merupakan inovasi baru dalam industri batik, yang menggunakan malam berbahan dasar stearin dari minyak sawit berkelanjutan, menggantikan parafin berbasis fosil. Inovasi ini mencerminkan semangat pelestarian lingkungan yang kini menjadi perhatian utama, terutama bagi generasi muda yang semakin sadar terhadap isu keberlanjutan.

“Saya ingin GBN menjadi gerakan besar, pengingat bagi kita semua untuk mencintai dan melestarikan batik sebagai identitas bangsa. Ini bukan hal kuno—ini berkelas, modern, dan punya potensi menjadi industri jangka panjang,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi dikutip InfoSAWIT, Minggu (3/8/2025).

BACA JUGA: Dosen UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Adsorben Ramah Lingkungan dari Limbah Sawit

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar batik, terutama di kalangan Generasi Z, Kemenperin melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI). Mereka mendorong inovasi produk, efisiensi produksi, serta edukasi mengenai batik sebagai bagian dari gaya hidup urban yang otentik dan berwawasan lingkungan.

Menperin menekankan bahwa generasi muda saat ini menuntut keunikan, nilai sosial, dan keberlanjutan dari produk yang mereka gunakan. “Bangga saja tidak cukup. Kita semua harus membeli dan menggunakan produk batik. Dengan belanja, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menghidupkan ekonomi para perajin di berbagai daerah,” tegasnya.

Saat ini industri batik tersebar di 11 provinsi dengan hampir 6.000 unit usaha dan sekitar 200 sentra IKM. Namun, tantangan regenerasi pasca pandemi membuat jumlah perajin menurun signifikan. Karena itu, inovasi seperti batik sawit ramah lingkungan menjadi solusi untuk merangkul pasar baru dan memperkuat ekosistem batik nasional.

BACA JUGA: Indonesia-Kanada Perkuat Diplomasi Pertanian, Dorong Ekspor Sawit ke Pasar Global

GBN 2025 juga menampilkan berbagai program edukatif seperti webinar “Batik untuk Gen Z: Tradisi Menjawab Tren” dan “Cinta Wastra Nusantara: Penerapan Keberlanjutan Lingkungan pada Industri Batik”. Salah satu talkshow unggulan bertajuk “Mengenal Batik Sawit Ramah Lingkungan” menjadi sorotan, mengangkat potensi besar sawit berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi industri batik.

Tahun ini, Batik Merawit asal Cirebon ditetapkan sebagai ikon Hari Batik Nasional 2025. Pameran GBN berlangsung dari 30 Juli hingga 3 Agustus 2025, menghadirkan beragam booth IKM, fashion show, diskusi interaktif, dan lokakarya kreatif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa batik bisa tumbuh bersama zaman. Inovasi seperti batik sawit adalah jembatan antara pelestarian budaya dan tanggung jawab lingkungan. Inilah wajah baru wastra nusantara yang siap menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkas Menperin.

BACA JUGA: Menteri LH Tinjau Gambut dan Pimpin Rakornas Karhutla di Jambi, 421 Hektare Lahan Terbakar Sejak Awal Tahun

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan generasi muda, batik Indonesia kini memasuki babak baru: modern, hijau, dan membanggakan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com