InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat untuk bulan kelima berturut-turut pada Juli, mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun, seiring pertumbuhan produksi yang melampaui ekspor, menurut survei Reuters pada Senin (11/8).
Stok diproyeksikan naik menjadi 2,25 juta ton metrik, atau meningkat 10,8% dibandingkan Juni, berdasarkan perkiraan median dari 11 pelaku pasar, pekebun, dan analis yang disurvei. Produksi CPO diperkirakan mencapai 1,83 juta ton metrik, naik 8% dari bulan sebelumnya, membalikkan penurunan bulan lalu sekaligus mencatatkan level tertinggi dalam setahun.
Peningkatan stok ini dipicu lonjakan produksi serta penyesuaian data konsumsi domestik, kata Anilkumar Bagani, Kepala Riset Sunvin Group, broker minyak nabati yang berbasis di Mumbai.
BACA JUGA: GEBIE Luncurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 Pekerja Perempuan Sawit di Sumsel
Menurut Bagani, level stok di atas 2 juta ton pada musim puncak produksi bukanlah hal yang mengkhawatirkan, mengingat pasokan ekspor minyak sawit Indonesia masih ketat akibat penerapan mandat biodiesel B40.
“Namun, minyak sawit harus bersaing ketat dengan minyak kedelai dari Amerika Selatan dan Laut Hitam, yang musim ini mencatat hasil panen sangat baik,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Reuters, pada Rabu (13/8/2025).
Ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Juli diperkirakan naik 3,2% menjadi 1,3 juta ton metrik, membalikkan tren penurunan bulan sebelumnya. Namun, laju pengiriman Malaysia tertahan oleh agresifnya penawaran diskon dari Indonesia, yang berupaya mengirim sebanyak mungkin sebelum tarif ekspor yang lebih tinggi berlaku pada Agustus, jelas Tajgir Rahman, General Manager Trading and Procurement di IFFCO.
BACA JUGA: Impor Minyak Sawit India Turun di Juli, Minyak Kedelai Sentuh Rekor Tiga Tahun
Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) dijadwalkan merilis data bulanan resmi pada 11 Agustus.
Rincian Perkiraan Juli (dalam ton metrik):
Produksi: 1.792.000 – 1.865.000 (median: 1.827.695)
Ekspor: 1.146.012 – 1.500.000 (median: 1.300.000)
Impor: 25.000 – 85.000 (median: 60.000)
Stok Akhir: 2.099.580 – 2.490.312 (median: 2.250.000)
Dengan stok resmi bulan Juni sebesar 2.030.580 ton ditambah estimasi produksi dan impor di Juli, total pasokan bulan lalu diperkirakan mencapai 3.918.275 ton. Berdasarkan median ekspor dan stok akhir, konsumsi domestik Malaysia pada Juli diperkirakan sebesar 368.275 ton. (T2)



















