Guru Besar UNRI Pimpin Riset Kelembagaan Petani Sawit Swadaya di Bengkalis

oleh -5.110 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Dua guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Prof. Zaili Rusli dan Prof. Seno Andri, memimpin sebuah riset strategis bertajuk “Model Kelembagaan Adaptif untuk Penguatan Daya Saing dan Ketahanan Petani Swadaya Kelapa Sawit” di Kabupaten Bengkalis.

InfoSAWIT, BENGKALIS – Upaya memperkuat posisi petani sawit swadaya kembali mendapat dukungan dari dunia akademik. Dua guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Prof. Zaili Rusli dan Prof. Seno Andri, memimpin sebuah riset strategis bertajuk “Model Kelembagaan Adaptif untuk Penguatan Daya Saing dan Ketahanan Petani Swadaya Kelapa Sawit” di Kabupaten Bengkalis.

Riset ini melibatkan sejumlah peneliti lain dari FISIP UNRI, yakni Dr. Dadang Mashur, Dr. Zulkarnaini, Mimin Sundari Nasution, serta peneliti muda Masrul Ikhsan. Kegiatan awal dimulai dengan observasi dan pengumpulan data dari Dinas Perkebunan (Disbun) Bengkalis, disusul Focus Group Discussion (FGD) bersama petani, perangkat desa, pengurus koperasi, hingga penyuluh pertanian di Kecamatan Bantan.

Prof. Zaili menekankan bahwa riset ini diarahkan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi petani sawit swadaya yang selama ini masih lemah secara kelembagaan. “Petani swadaya punya kontribusi besar pada produksi sawit nasional, tetapi posisi tawar mereka rendah. Melalui riset ini, kami ingin merumuskan model kelembagaan yang adaptif, yang memperkuat mereka dari sisi struktur, nilai gotong royong, hingga jejaring ekonomi,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Pemkab Bengkalis, Minggu (31/8/2025).

BACA JUGA: Perempuan Sawit yang Tak Terlihat

Senada, Prof. Seno Andri menambahkan bahwa tantangan utama petani bukan hanya pada aspek produksi, melainkan juga distribusi dan akses pasar. “Banyak petani masih bergantung pada tengkulak. Kita ingin mencari solusi agar kelembagaan yang dibangun bisa membuka akses langsung ke pasar dan pembeli besar, sehingga kesejahteraan mereka meningkat,” jelasnya.

Setelah FGD, tim peneliti juga bertemu dengan Bappeda Bengkalis untuk menyinergikan temuan awal dengan rencana pembangunan daerah. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar hasil riset tidak berhenti di atas kertas, melainkan terwujud dalam program nyata.

BACA JUGA: Satgas PKH Kuasai Kembali 3,3 Juta Hektare Hutan Negara dari Sawit dan Tambang Ilegal

Riset ini menjadi bukti keterlibatan nyata akademisi dalam menjawab persoalan masyarakat. Harapannya, model kelembagaan adaptif yang dirancang tidak hanya berguna bagi Bengkalis, tetapi juga dapat direplikasi ke daerah lain di Riau maupun Indonesia. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat petani, Bengkalis diharapkan mampu menjadi contoh transformasi kelembagaan sawit rakyat yang berhasil. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com