GAR Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Keberlanjutan Asia, Anita Neville Beberkan Filosofi di Balik Dua Penghargaan ASRA

oleh -3.000 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Anita Neville, Chief Sustainability & Communications Officer (CSCO).

InfoSAWIT, SINGAPURA – Di tengah peta persaingan industri yang semakin menuntut transparansi, Golden Agri-Resources (GAR) kembali mencatat pencapaian penting. Perusahaan agribisnis raksasa itu sukses membawa pulang Platinum untuk Asia’s Best Supply Chain Reporting dan Bronze untuk Asia’s Best Environmental Impact Reporting pada 11th Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) — dua kategori yang menandai kualitas laporan keberlanjutan terbaik di kawasan.

Di balik kemenangan tersebut, terdapat perspektif yang lebih luas tentang masa depan keberlanjutan GAR. Anita Neville, Chief Sustainability & Communications Officer (CSCO), memandang bahwa kedua penghargaan ini bukan sekadar pengakuan publik, tetapi cerminan dari perjalanan panjang perusahaan dalam menyempurnakan praktik keberlanjutan.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen kami terhadap pelaporan keberlanjutan yang ketat dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip InfoSAWIT dari ESGPost, Jumat (28/11/2025).

BACA JUGA: Indonesia Dorong Sawit Bertumbuh, Produktivitas dan Teknologi Jadi PR Utama

Dalam sebuah percakapan mendalam, ia membuka cerita tentang evolusi strategi keberlanjutan GAR yang kini bertumpu pada traceability, akuntabilitas, serta integritas data — tiga pilar utama perusahaan dalam mengelola rantai pasok seluas Indonesia.

Sebagai salah satu perusahaan minyak sawit terintegrasi terbesar di dunia, GAR mengelola lebih dari 500.000 hektare kebun dan terhubung dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. Skala raksasa itu menjadikan pelaporan keberlanjutan bukan hanya kewajiban, tetapi fondasi tata kelola perusahaan.

“Pengakuan ini menegaskan kepada pemangku kepentingan bahwa kami menjaga standar tertinggi dalam tata kelola dan pengungkapan,” kata Anita.

BACA JUGA: Penertiban Sawit di Kawasan Hutan, Berujung Pada Ketidakpastian Hukum

Namun ia menekankan, penghargaan ini tidak lahir dari dokumen yang indah, melainkan “hasil kerja kolektif yang tercermin dalam data, komitmen, dan dampak nyata di lapangan.”

GAR menerbitkan laporan keberlanjutan pertamanya pada 2011. Dari sana, prosesnya berkembang — dari laporan yang bersifat kepatuhan menjadi strategic storytelling yang menunjukkan kemajuan, hambatan, dan dampak organisasi.

Dalam laporan terbarunya, GAR memperkenalkan kerangka Collective for Impact, yang merinci komitmen perusahaan terhadap dekarbonisasi, perlindungan alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa keberlanjutan bukan lagi sesuatu yang kita laporkan, tapi sesuatu yang kita jalankan,” ujar Anita.

BACA JUGA: Wilmar Raih Penghargaan Early Adopting Company dari Setara Institute, Komitmen HAM Jadi Perhatian

Namun perjalanan itu juga dipenuhi pelajaran penting, pelaporan tidak cukup jika tidak dipercaya. Karena itu GAR menambah verifikasi eksternal secara bertahap, dari rantai pasok pada 2022 hingga emisi gas rumah kaca (GRK) yang kini juga diaudit pihak ketiga.

Menurut Anita, dua aspek yang paling menonjol adalah, pertama, pelaporan rantai pasok — yang memuat data jejak tuntas, keterlibatan pemasok, dan verifikasi independen. Kedua, pelaporan dampak lingkungan — yang mengukur kinerja seperti penurunan emisi dan adopsi energi terbarukan.

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com